Suara.com - Polres Metro Tangerang Selatan mengimbau masyarakat agar waspada terhadap aksi perampokan bermodus tenaga kesehatan di tengah mewabahnya Novel Coronavirus atau COVID-19. Sebab, para pelaku kejahatan itu bisa saja memanfaat situasi kekinian guna melancarkan aksinya.
Imbaun ini disampaikan lewat akun resmi Instagram Humas Polres Metro Tangerang Selatan @humaspolrestangsel. Dalam sebuah pamflet berisi pesan-pesan itu, Humas Polres Metro Tangerang Selatan mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan modus baru terhadap oknum yang mengaku sebagai petugas kesehatan yang mendatangi rumah-rumah dengan alasan COVID-19.
"Ini adalah modus pelaku kejahatan yang akan melakukan aksi perampokan atau pencurian," demikian tulis pesan itu, yang didapatkan Suara.com lewat akun Instagram @humaspolrestangsel, Selasa (17/3/2020).
Lebih lanjut, masyarakat pun diimbau untuk mawas diri ketika mendapati ada petugas kesehatan semacam itu. Misalnya, dengan mengecek identitas pribadi dan surat tugas yang bersangkutan.
"Segera konfirmasi atau lapor ke RT/ RW, lurah setempat dan aparat kepolisian," tulisnya.
Kapolres Metro Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan membenarkan adanya imbaun ini. Ia menyampaikan bahwa imbauan tadi semata-mata disampaikan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Hanya bentuk imbauan, antisipasi kepada masyarakat," kata AKBP Iman Setiawan saat dikonfirmasi.
Meski begitu, ia menyatakan hingga kekinian peristiwa perampokan atau pencurian bermodus petugas kesehatan di tengah mewabahnya COVID-19 belum terjadi.
"Sementara peristiwa di Tangsel sendiri tidak ada," katanya.
Baca Juga: Resmi, IIMS 2020 Ditunda untuk Cegah Sebaran COVID-19
Catatan dari Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Usut Kasus Sudewo, KPK Cecar Ketua Kadin Surakarta Soal Proses Lelang Proyek DJKA Jatim
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan
-
Soal Penembakan Pesawat di Boven Digoel, DPR Tegur Pemerintah: Tutup Bandara Jika Tidak Aman
-
Tak Berkutik! Detik-detik Penangkapan Dua Pria Pembawa Ribuan Ekstasi di Jakarta Barat
-
Stok Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri: DKI Jakarta Siapkan 182 Ribu Ton Beras
-
IPK Indonesia Turun ke 34, KPK: Alarm Keras Perbaikan Pemberantasan Korupsi
-
Pekan Depan Prabowo Lawatan ke AS, Teken Tarif Dagang dengan Trump
-
Jaksa Skak Mat Klaim Nadiem: LKPP Nyatakan Harga Laptop Cenderung Tinggi Tidak Terkontrol
-
PKL di Pecinan Glodok Kabur Berhamburan Didatangi Satpol-PP, 85 Motor di Trotoar Kena Cabut Pentil
-
Mendagri Minta Dukungan Parlemen Normalkan Anggaran TKD Provinsi Terdampak Bencana