"Iya benar. Soalnya kami pada saat awal-awal wabah di Milan, teman-teman dari China udah nasehatin seperti disuruh pakai masker, jangan terlalu dekat dengan orang, jangan ke restoran dan semacamnya," kata July.
"Awalnya kita mikir ini paling pengaruh informasi dari sosial media, tapi ternyata memang corona ini dampaknya luar biasa dan memang menular dengan cepat," lanjut July.
July Veronica lalu mengingatkan kepada teman-teman di Indonesia untuk lockdown mandiri.
"Untuk teman-teman di Indonesia, kalau bisa mulai praktikan social distancing dan mulai lockdown mandiri. Kalau tidak perlu banget tidak usah keluar. Pikirkan juga yang di rumah. Karena mungkin ketika kamu keluar tidak apa-apa, tapi dampaknya beda untuk yang orang-orang tua. Dampaknya bisa lebih fatal," kata July menyarankan.
Lockdown Tak Maksimal, Tim Palang Merah China Kewalahan Bantu Italia
Italia melampaui China dalam mencetak rekor jumlah kematian tertinggi akibat virus Corona Covid-19. Tim Palang Merah China mengaku kewalahan dalam membantu Italia menangani wabah ini.
Mengalihbahasakan laporan Time, Italia mencatat sedikitnya 3405 kasus kematian akibat Covid-19. Lebih banyak 150 kasus dari yang dialami China.
Tim Palang Merah China pun mengirim bantuan tenaga medis untuk membantu menangani para pasien covid-19 sejak 17 Maret lalu.
Namun pada Kamis (19/3/2020), tim Palang Merah China menggelar konferensi pers dan mengaku kewalahan dengan kondisi yang dialami Italia.
Baca Juga: Jangan Sampai Terjadi di Indonesia, 4 Kesalahan Italia ketika Atasi Corona
Tim Palang Merah China mengkritik bahwa Italia telah gagal untuk me-lockdown negara. Para warganya pun susah untuk melakukan karantina diri, terutama di wilayah Milan dan Cordoba.
Sun Shuepeng, Ketua Pelaksana Tim Palang Merah China yang membantu Italia mengatakan, "Saat ini kami menemukan banyak masalah di Italia. Kalian punya banyak kelonggaran dalam melakukan lockdown. Transportasi publik masih beroperasi, orang-orang masih keluar rumah dan berkumpul di hotel, dan tidak mengenakan masker. Aku tidak tahu apa yang kalian pikirkan."
Shuepeng mengingatkan agar Italia menghentikan semua kegiatan di luar rumah tersebut.
"Kita harus menghentikan aktifitas ekonomi dan interaksi sosial untuk karantina di rumah. Kita butuh kerjasama semua orang bersiap untuk menyelamatkan hidup mereka."
Berita Terkait
-
Nafsu Besar Bos AC Milan, Ingin Mengembalikan Kejayaan Serie A seperti Era 90-an
-
Siapa Marco Giampaolo? Eks AC Milan yang Resmi Jadi Pelatih Emil Audero
-
Costacurta Bongkar Penyebab Rafael Leao Ngamuk: Bukan Allegri, Tapi Pulisic
-
Dukungan untuk Iran di Piala Dunia 2026 Bikin Keisuke Honda Kehilangan Kontrak dari Perusahaan AS
-
Derby Penentu! Andriy Shevchenko: Kalahkan Inter Jadi Harga Mati Buat AC Milan
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak
-
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
-
Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber
-
Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M
-
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit
-
Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter