Suara.com - Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, sembilan ton alat kesehatan terkait penanganan COVID-19 dari Shanghai China akan sampai ke Jakarta besok Senin (22/3) pukul 09.30 WIB.
"Besok pagi, pesawat akan mendarat di (Pangkalan Udara TNI AU) Halim Perdanakusuma pukul 9 lebih 30 menit," kata dia, saat mengikuti jumpa pers di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (22/3/2020).
Menurut dia, alat kesehatan itu sebetulnya sudah diangkut menggunakan pesawat transport berat C-130B Hercules dari Skuadron Udara 32 dalam suatu penerbangan feri.
C-130B Hercules itu tiba di China semalam, langsung mengisi ruang kargo dengan alat kesehatan yang dipesan Indonesia, terbang kembali ke Indonesia, dan tadi pagi sudah mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Rd Sadjad, Natuna.
Kata Tjahjanto, setelah alkes itu sampai di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, maka akan langsung diserahterimakan kepada Wakil Menteri Pertahanan, Wahyu Sakti Trenggono, oleh Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto.
Adapun alkes yang diangkut tersebut menjadi tanggung jawab Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, sehingga Tjahjanto mengatakan Monardo pun akan diundang dalam proses serah-terima obat-obatan itu.
Adapun alat-alat kesehatan dari Shanghai, China, itu berupa masker sekali pakai, masker N95, pakaian pelindung tubuh, kacamata pelindung, sarung tangan karet, penutup sepatu, thermometer infra merah, dan penutup kepala untuk operasi, dan beberapa yang lain.
Permintaan dari Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, kepada panglima TNI soal penangkutan alat-alat kesehatan ke Tanah Air itu tertuang dalam Surat Menhan RI Prabowo Subianto dengan No B/667/M/III/2020 tertanggal 18 Maret 2020. Kementerian Pertahanan juga sudah membentuk tim khusus penanganan virus Corona.
Sumber: Antara
Baca Juga: Lockdown Tak Maksimal, Tim Palang Merah China Kewalahan Bantu Italia
Berita Terkait
-
Turis Jerman Diisolasi di RSUD Iskak Tulungagung, Dicurigai Corona
-
Mulai Senin Besok Jadwal KRL Hanya Sampai Pukul 8 Malam, Ini Jadwalnya
-
Saat Menkes, Men-BUMN dan Panglima TNI Lepas Copot Masker di Wisma Atlet
-
Diisolasi di RS Rujukan, Andrea Dian Sekamar dengan 5 Pasien Positif Corona
-
Senin Besok, Wisma Atlet Kemayoran Siap Tampung 2.400 Pasien Corona
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Skandal Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta: 103 Anak Jadi Korban, DPR Desak Hukuman Maksimal