"Kami mesti membawa masker sendiri"
"Kami mesti membawa masker sendiri, juga pakaian kerja sendiri yang mungkin belum memenuhi standar kualitas," tukas salah seorang sumber kepada Reuters, dan meminta namanya dituliskan anonim mengingat pekanya permasalahan ini.
"Teman-teman saya, satu per satu terserang Corona," paparnya seraya menahan bulir air mata.
Pemerintah mengatakan bahwa pekan ini telah memasok 175.000 set peralatan pelindung baru untuk staf medis yang akan didistribusikan di seluruh penjuru Tanah Air. Dan rumah sakit darurat baru telah dibuka di Jakarta dengan daya tampung mencapai 24.000 pasien. Dokter dan staf medis telah dijanjikan bonus dan 500.000 unit rapid test untuk COVID-19 telah mendarat dari China.
Namun sekali lagi, sistem kesehatan Indonesia sangat terdesentralisasi, sehingga sulit bagi pemerintah pusat untuk melakukan koordinasi di negara kepulauan atau archipelago yang terdiri lebih dari 19.000 pulau dan membentang sepanjang 5.100 km.
Kurangnya tempat tidur untuk unit perawatan intensif (ICU) juga mengkhawatirkan para pakar kesehatan, terutama karena Indonesia tengah memasuki musim puncak demam berdarah, yang menambah kebutuhan fasilitas kesehatan.
"Bila sakit parah, masuk ICU, dan memakai ventilator, mestinya nyawa bisa diselamatkan," tutur Archie Clements, spesialis kesehatan masyarakat dari Universitas Curtin, Perth, Western Australia, dalam memberikan pandangan korban terinfeksi Virus Corona baru.
"Jika tidak ditangani di CU dan memakai ventilator, maka akan jatuh korban jiwa," tandasnya.
Dari hasil studi dalam jurnal Critical Care Medicine yang terbit pada Januari 2020, disebutkan bahwa perbandingan tempat perawatan intensif bagi pasien dewasa di Indonesia adalah 2,7 ruang ICU per 100.000 orang. Termasuk yang terendah bagi negara-negara Asia berdasarkan data 2017.
Baca Juga: Ibunda Jokowi Wafat, Jalan Letjen Suprapto Dipenuhi Ratusan Karangan Bunga
Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari
-
Cak Imin Desak Pekerja Migran Harus Punya Ijazah Minimal SMA, Ternyata Ini Alasannya?
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Ramadan! DPRD Desak Pemprov DKI Tambah Kuota dan Atasi Sengkarut Distribusi Pangan Subsidi
-
Feri Amsari: Penunjukan Adies Kadir Cacat Prosedur, Berpotensi Ganggu Independensi MK
-
Peter Gontha: Reputasi Polri Buah Simalakama Persepsi Publik
-
TB Hasanuddin Ingatkan Pemerintah Patuhi UU PDP dalam Kesepakatan Dagang RI-AS
-
Rekam Jejak Adies Kadir Disorot Usai Jadi Hakim MK, Diduga Sarat Misi Politik DPR dan Golkar?
-
Warga Pulomas Menang Lawan Pemilik Lapangan Padel di PTUN, Mengapa Masih Beroperasi?
-
Dell Akui Baru Jual Chromebook Saat Ada Pengadaan Kemendikbud, Apa yang Terjadi Sebelumnya?