Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut menguburkan jenazah ibundanya, Sudjiatmi Notomihardjo di kompleks permakaman keluarga di Mundu Selokaton, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020). Dalam foto kiriman Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir kepada para menteri dan wartawan, Presiden yang mengenakan kemeja putih, celana hitam, kopiah, dan masker tampak berada di liang lahat saat proses pemakaman Sudjiatmi Notomihardjo.
Foto lainnya menunjukkan Presiden memasukkan tanah ke liang lahat menggunakan cangkul. Tanah mengotori kemejanya.
Sebelum mengantarkan jenazah ibundanya ke tempat peristirahatan terakhir, Presiden dan keluarga melakukan tradisi "brobosan".
Dalam tradisi itu, Presiden sebagai anak laki-laki tertua bersama anak perempuan, cucu laki-laki dan cucu perempuan, tiga kali berjalan berurutan di bawah peti mati yang angkat oleh petugas.
Jenazah juga Ibunda Presiden Jokowi disalatkan di Masjid Baturrachman, sekitar 100 meter dari rumah duka, sebelum dimakamkan.
Sudjiatmi Notomihardjo dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Mundu Selokaton, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Makam keluarga di Mundu merupakan peristirahatan terakhir untuk keluarga Sudjiatmi.
Selain ayah Presiden Jokowi, Widjiatno Notomihardjo, jenazah kedua orang tua Sudjiatmi serta beberapa kerabat lain, termasuk adik ipar Jokowi, dimakamkan di permakaman tersebut.
Sujiatmi Notomihardjo meninggal dunia pada usia 77 tahun di Surakarta pada Rabu (25/3) pukul 16.45 WIB, setelah sekitar empat tahun berjuang melawan kanker.
Di antara pejabat yang melayat ke rumah duka keluarga Presiden Jokowi, ada Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretari Negara Praktikno, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua PSSI Mochamad Iriawan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Baca Juga: Momen Haru Presiden Jokowi Berdoa di Pusara Ibundanya
Berita Terkait
-
Eyang Sudjiatmi Meninggal Dunia, Ini Penyesalan Kaesang Pangarep
-
Momen Haru Presiden Jokowi Berdoa di Pusara Ibundanya
-
Momen Presiden Jokowi Ikut Turun ke Liang Lahad Sang Ibunda Sudjiatmi
-
CEK FAKTA: Benarkah Ibunda Presiden Jokowi Meninggal karena Virus Corona?
-
Tentang Penyakit Ibunda Jokowi, Ketahui Cara Pencegahan Kanker Tenggorokan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Studi Oxford: Hampir Separuh Penduduk Dunia Terancam Panas Ekstrem pada 2050
-
Diduga Adu Kecepatan, 4 Fakta SUV Mewah Jetour T2 hangus Terbakar Usai Ditabrak BMW di Tol Jagorawi
-
Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku