Suara.com - Warga perantauan asal Sumatera Barat (Sumbar) yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia mulai pulang ke kampung halamannya. Dari pantauan tim gabungan Kabupaten Limpuluh Kota disebutkan
TKI tersebut kembali ke kampung halaman menggunakan transportasi darat melalui Provinsi Riau pada Jumat (27/3/2020). Hal tersebut diketahui saat tim gabung tersebut melakukan pemeriksaan terhadap salah satu bus NPM BA 7334 NU pada Jumat pagi di depan Puskesmas Tanjung Pati, Kecamatan Harau.
Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah tim gabungan terdiri dari Pemkab Limapuluh Kota, TNI dan Polri mendapat info mengenai adanya salah satu bus NPM jurusan Dumai–Padang yang dikabarkan membawa tujuh orang TKI asal Malaysia.
Sesampainya bus tersebut di depan Puskesmas Tanjung Pati pada pukul 05.18 WIB, tim gabungan yang dipimpin Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan dengan didampingi ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra langsung menghentikan bus.
Saat petugas medis melakukan pemeriksaan, ada salah seorang penumpang dalam keadaan sakit dari total sembilan penumpang. Penumpang yang sakit ini berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 60 tahun lebih. Ia naik bus dari Kandis (Riau) hendak menuju Padang.
Petugas medis tidak bisa melakukan pengecekan suhu tubuh penumpang karena tidak bisa turun dari bus. Sedangkan didalam bus AC tengah hidup dan membuat pengukur suhu tubuh tidak bisa bekerja.
Setelah pengecekan kesehatan, petugas menanyakan satu persatu-satu penumpang tentang riwayat perjalanannya masing-masing. Namun, tidak ditemukan satu penumpang yang memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia. Hanya satu penumpang perempuan yang baru saja dari Batam hendak pulang kampung ke Padang Panjang.
Namun Supir Bus NPM, Hendra mengaku mengenai informasi TKI dari Malaysia yang pulang kampung ke Sumbar memang benar. Di Dumai sudah banyak TKI asal Sumbar yang mulai berdatangan dan sudah masuk ke Sumbar. Ada yang menggunakan bus, travel dan mobil pribadi.
“Kalau informasi itu memang ada, pak. Sekarang pun sudah mulai berdatangan. Hanya saja yang di dalam bus saya sekarang tidak ada yang dari Malaysia. Mereka pulang tidak hanya dengan Bus NPM. Di Dumai banyak bus dan travel untuk bisa pulang ke Sumbar. Bahkan ada juga yang pakai mobil pribadi,” sebut Hendra saat ditanya oleh Wabup seperti dilansir Covesia.com-jaringan Suara.com pada Jumat (27/3/2020).
Baca Juga: Ferdinand: Corona Makin Bertambah, Keraguan pada Pemerintah Kian Besar
Hendra juga mengatakan, diminta kembali lagi hari ini kembali ke Dumai oleh NPM. Kemungkinan besar, lusa mendatang dia akan mengangkut sekitar 30 orang TKI untuk pulang kampung ke Sumbar.
“Kalau saya narik lagi ke Dumai hari ini, terus Lusa balik lagi ke Padang. Mungkin ada TKI yang saya bawa. Di Dumai mungkin sudah ratusan yang datang. Mulai hari ini sampai beberapa hari ke depan mungkin banyak TKI yang akan pulang ke Sumbar,” jelasnya.
Mendengar hal ini, Wabup akan meminta Bupati untuk memanggil seluruh OPD Kabupaten Limapuluh Kota dan melakukan evaluasi. Lantaran, pada Kamis (26/3/2020), pengecekan terhadap pengendara dan penumpang di posko di perbatasan Sumbar sudah dihentikan.
“Informasi ini akan saya sampaikan ke Bupati agar mengevaluasi kebijakan yang diambil kemarin. Jika ini tidak ada tindakan dan pencegahan seperti ini, dua juta kesehatan penduduk Sumbar bisa terancam. Kebijakan kemarin jelas kebijakan yang salah diambil oleh Pemkab Limapuluh Kota."
Berita Terkait
-
Ilmuwan Desak Pemerintah Tutup Kunjungan Penjara dan Panti Wreda
-
Virus Corona, Social Distancing, dan Sikap Pemerintah
-
Setelah Kota Tegal, Desa di Banjarnegara Ini Juga Memutuskan 'Lockdown'
-
Partisipasi Tanggulangi COVID-19, Forwot Serahkan APD ke RSUD Cengkareng
-
Resepsi Kawinan di Nganjuk Dibubarkan, Polisi: Hanya Ijab Kabul yang Boleh
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo
-
DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis
-
'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional
-
Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta
-
Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total
-
IKN Tidak Urgent! DPR Diminta Tolak Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun
-
Siasat Penjual Es Teh di Demak Jadi Kedok Edarkan Sabu, Ternyata Residivis dan DPO!
-
Pramono Respons Demo Mahasiswa di HI: Silakan Protes, Jangan Rugikan Publik
-
'BBM Kalian Mahal!' Riuh Klakson Pengendara di Sudirman Dukung Demo Mahasiswa