Suara.com - Perusahaan sepatu New Balance yang berbasis di Amerika serikat menyulap pabriknya menjadi pembuat masker sementara. Hal tersebut dinyataan pihak New Balance dalam akun Instagram resminya pada Sabtu (28/3/2020).
"Pabrik kami di AS akan bekerja untuk mengembangkan, memproduksi, dan mengirim masker ke rumah sakit," tulis pihak New Balance.
Pada website resminya, pihak pabrik sepatu multinasional itu juga memberi pesan kepada para pelanggan setianya.
"Krisis kesehatan Covid-19 yang terjadi secara global telah menyerukan kepada individu dan organisasi untuk berkontribusi sesuai keahlian dan sumber daya. New Balance telah menggunakan tenaga kerja pabrikan di AS yang terampil dan inovatif untuk mengembangkan masker," tulis pihak New Balance.
Pihak New Balance berharap dengan adaya pembuatan masker ini bisa membantu ketersediaan masker di kala permintaannya melonjak drastis.
Mengalihbahasakan dari Solecollector.com, sebelumnya pihak New Balance juga telah mendonasikan 2 juta dollar (Rp 32,2 Miliar) untuk membantu dampak virus corona.
"Kami sedang mengoordinasikan upaya kami dengan pejabat pemerintah dan lembaga medis setempat serta konsorsium AS dan fasilitas pengujian lainnya," tulis New Balance dalam website resminya.
Pihak New Balance selanjutnya akan mengupayakan agar beberapa pabriknya di regional New England juga bisa memproduksi masker.
Per Sabtu (28/3/2020), Amerika Serikat menjadi negara dengan wabah tertinggi melebihi China. Kasus di negara pimpinan Donald Trump itu sudah mencapai 101.000.
Baca Juga: Tiga Kali Erupsi, Ada Penampakan Tangan di Letusan Gunung Merapi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?