Suara.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan layanan perawatan rumah sakit secara selektif diperuntukan bagi pasien yang tidak dapat melakukan isolasi diri.
Yuri lantas meminta masyarakat tidak mendiskriminasi orang dengan status positif Covid-19 dan diharapkan dapat memberi dukungan kepada mereka saat menjalani proses isolasi diri.
Menurut Yuri, rumah sakit secara selektif akan merawat pasien terindikasi Covid-19 yang dinilai tidak memungkinkan untuk melakukan proses isolasi diri. Misalnya, kelompok rentan lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, jantung, paru-paru dan sebagainya.
"Kita tidak punya cara lain. Perawatan di rumah sakit akan selektif dilakukan untuk yang memang betul-betul terindikasi penyakit dan tidak memungkinkan melaksanakan isolasi diri," katanya dalam keterangan resmi yang disiarkan akun Youtube BNPB pada Minggu (29/3/2020) sore.
"Inilah yang kami siapkan di rumah sakit. Memang kekuatan terbesar kita adalah bagaimana bersama masyarakat bisa memutuskan rantai penularan dengan sebaiknya."
Berkenaan dengan itu, Yuri lantas mengingatkan masyarakat untuk tidak mendiskriminasi atau mengucilkan orang dengan status positif Covid-19 yang tengah menjalani masa isolasi diri. Dia justru meminta masyarakat untuk membantu dengan memberi dukungan dan perlindungan kepada mereka.
"Kita lindungi yang sakit. Jangan didiskriminasikan. Jangan distigmatisasi. Lindungi dia agar bisa melakukan isolasi diri dengan baik di rumahnya. Bukan untuk dikucilkan, tetapi dibantu agar dia betul-betul bisa melaksanakan isolasi diri dengan sebaik-baiknya," katanya.
Sebelumnya, Yuri menyampaikan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia kian bertambah sebanyak 130 orang. Hingga Minggu (29/3/2020) sore tadi tercatat sebanyak 1.285 orang dinyatakan positif Covid-19.
Disisi lain jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga bertambah sebanyak 5 menjadi total 64 orang. Meski, angka kematian akibat Covid-19 juga bertambah 12 dengan total keseluruhan berjumlah 114 orang.
Baca Juga: Aksi Peduli Pemberantasan Corona
Berita Terkait
-
2,5 Juta WNI Berpotensi Tertular Covid, Jika Tak Ada Intervensi Pemerintah
-
Angka Kasus Positif Covid-19 Terbesar di Jakarta dan Jawa Barat
-
Lockdown di Tegal, Pedagang Sayur: Kalau Tidak Ada Kompensasi Mau Gimana?
-
Aksi Peduli Pemberantasan Corona
-
WHO Pilih Malaysia sebagai Negara Pertama yang Menguji Obat Corona Covid-19
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun