Suara.com - Transparansi pemerintah pusat dalam merilis jumlah data corona dipertanyakan. Warganet mendapati data korban yang meninggal di Jakarta berbeda jauh dengan data nasional.
Salah seorang pengguna Twitter bernama @podoradong mencuit soal perbedaan data tersebut. Jumlah angka antara temuan di lapangan dan data nasional sangat berbeda sehingga menimbulkan kecurigaan.
"Adakah yang aneh, sob? Jakarta menyebut 283 meninggal. Nasional menyebut 123 meninggal. Siapa yang tidak transparan?" tulisnya via Twitter.
Perbedaan jumlah data itu pun baru menyasar DKI Jakarta, belum dengan provinsi lain.
"Itu baru data Jakarta, bagaimana dengan provinsi daerah lain?" kata @podoradong.
Cuitan itu pun langsung direspon secara masif oleh warganet lain. Muncul spekulasi dari warganet yang mempertanyakan transparansi pemerintah pusat dalam merilis data korban corona.
Salah satu warganet yang merespon yaitu @gogogo_victory menjelaskan soal perbedaan angka tersebut.
"Dari link berita tersebut, 283 warga Jakarta yang meninggal belum dapat dipastikan positif corona semua karena sudah meninggal duluan. Saya rasa 283 itu gabungan dari ODP, PDP, dan yang nyata positif," tulisnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengemukakan data mengenai jumlah korban meninggal dunia yang dimakamkan sesuai protokol pemulasaran pasien COVID-19.
Baca Juga: Metode Latihan Mandiri Skuat Chelsea yang Santai Ala Frank Lampard
Berdasarkan laporan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, korban meninggal dunia yang dimakamkan sesuai protokol pemulasaran pasien COVID-19 berjumlah 283 jasad. Jumlah ini sangat berbeda dengan data nasional yang hanya menyebutkan 122 kematian akibat corona.
"Ini menggambarkan bahwa situasi di Jakarta terkait dengan COVID-19 amat mengkhawatirkan. Karena itu saya benar-benar meminta kepada seluruh masyarakat Jakarta, jangan pandang angka ini sebagai angka statistik," kata Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balaikota, Senin (30/3/2020).
Tag
Berita Terkait
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol
-
Anies Baswedan Skakmat Seskab Teddy yang Sebut Dino Patti Djalal 'Pejabat Cuma 3 Bulan'
-
Daftar Karya Ahmad Bahar: Pernah Tulis Buku Jokowi, Gibran Hingga Anies Baswedan
-
Anies Baswedan ke Wisudawan UGM: Lulusan di Masa Sulit, Cari Kerja Sedang Menantang
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Prahara Internal PBNU, Menakar Jejak Konflik KH Miftahul Akhyar dari Surabaya hingga Pusat