Suara.com - Dosen Warga Negara Indonesia (WNI) pada Program Musik Fakulti Seni Gunaan dan Kreatif Universiti Sarawak Malaysia (Unimas), Iran Amri Musoddiq, meninggal dunia pada Selasa (31/3/2020) pagi. Sebelum meninggal, Amri positif terinfeksi virus corona atau covid-19.
Informasi meninggalnya Iran diperoleh dari pernyataan Pengurus Perwakilan Persatuan Mahasiswa Seni Gunaan dan Kreatif (PERSENI) Unimas 2019/2020 dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching.
Organisasi mahasiswa tersebut menyampaikan Encik Iran Amri Musoddiq, pensyarah (dosen) dari Fakulti Seni Gunaan Dan Kreatif telah kembali ke rahmatullah pada pagi ini.
"Oleh karena itu marilah kita bersama-sama memanjangkan doa agar roh beliau senantiasa dicucuri dan dirahmati. Kami mewakili seluruh warga fakultas juga menyampaikan salam takziah kepada keluarga," kata pernyataan tersebut.
Sementara itu Konjen KJRI Kuching Yonny Tri Prayitno melaporkan secara informal meninggalnya almarhum ke Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Luar Negeri, Direktur Perlindungan WNI dan Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Malaysia.
Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Sarawak.
Dosen pada Fakultas Applied and Creative Art tersebut pada 22 Maret 2020 melalui Rumah Sakit Umum Sarawak memberitahukan dirinya positif COVID-19 dengan gejala yang dirasakan sejak 10 Maret 2020.
KJRI telah melakukan langkah-langkah yakni berkoordinasi dengan pusat penanganan COVID-19 Sarawak untuk pengobatan yang bersangkutan.
Kemudian meminta bantuan pihak kesehatan Sarawak untuk membantu keluarga dalam penanganan pencegahan dengan tindakan isolasi di rumah dan tindakan penanganan lainnya bila terjadi gejala sesuai protokol pencegahan dan penanganan COVID-19.
Baca Juga: Isi Waktu Luang, Model Seksi Jualan Foto Syur Saat Karantina Virus Corona
Lalu, meminta rekan-rekan, mahasiswa atau orang-orang yang berhubungan dengan dia pada kurun 10 Maret sampai saat ditetapkan positif untuk melakukan protokol pencegahan (karantina atau isolasi) atau menghubungi otorita kesehatan Sarawak meminta saran dan pemeriksaan diri atas virus COVID-19. (Antara)
Berita Terkait
-
Sempat ke Malaysia, PDP Covid-19 di RSUD Embung Fatimah Batam Meninggal
-
Pulang dari Malaysia Demam, TKI Berstatus ODP Covid-19 Sempat Ditolak RSUD
-
WHO Pilih Malaysia sebagai Negara Pertama yang Menguji Obat Corona Covid-19
-
Malaysia Akan Jadi Negara Penerima Obat Covid-19 dari WHO
-
Pasien Meninggal ke-24 Corona di Malaysia Pernah ke Indonesia
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual
-
Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua
-
Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik
-
Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi
-
Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark
-
Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?
-
Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini
-
Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang
-
Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar
-
Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras