Camat Tebet Dyan Airlangga saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut dan saat ini tengah ditangani oleh aparatnya serta warga di wilayah.
"Ini masih kami tangani, disinyalir yang bersangkutan (perempuan tadi) ini ada sedikit terganggu jiwanya, sementara dilokalisir kemudian petugas dari Puskesmas dengan APD meluncur ke lokasi untuk ditangani," kata Dyan seperti dilansir Antara.
Menurut Dyan, petugas belum bisa mengamankan perempuan tersebut karena belum mengenakan alat pelindung diri (APD) sebagai protap resmi untuk menangani orang dalam pantauan.
"Kami tidak berani kontak langsung tanpa APD," kata Dyan.
Dyan menyebutkan, petugas Puskesmas sudah di lokasi. Petugas lainnya sedang melakukan lokalisir sementara di sekitar lokasi.
Saat dikonfirmasi asal-muasal status ODP terhadap perempuan tersebut, Dyan menyebutkan bahwa sejak awal perempuan tersebut masuk dalam pemantauan petugas sebagai ODP.
"Dia masuk pantauan kami, setiap hari kami pantau," katanya.
Terkait gangguan kejiwaan yang dimilikinya perempuan tersebut, menurut Dyan, masih disinyalir karena petugas masih menunggu hasil diagnosa dokter.
"Disinyalir seperti itu, menunggu diagnosa dari dokter juga, kita sudah koordinasi dengan Rumah Sakit Duren Sawit, kalau memang betul disinyalir begitu kita akan bawa ke RS Duren Sawit untuk diisolasi di situ," kata Dyan.
Baca Juga: Diduga Stres, Heboh Wanita ODP Berkeliaran di Kebon Baru Bikin Warga Takut
Setelah video perempuan diduga ODP kabur dari rumah tersebar di pesan berantai, juga beredar video sejumlah petugas menggunakan APD telah tiba di lokasi tampak bersiap melakukan pengamanan.
Tag
Berita Terkait
-
Dokter China Sebut 10 Persen Pasien Covid-19 yang Sembuh Kembali Positif
-
Nasib Sopir Bus di Tengah Wabah Covid-19
-
Pasien Corona yang Kabur dari RS Lari ke Kawasan Dukuh Jakpus
-
Ini Pidato Lengkap Anies yang Emosional soal 283 Korban Meninggal Corona
-
Ada Wabah Virus Corona Covid-19, Kriminalitas di Indonesia Turun Drastis
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah