Suara.com - Kejadian kocak kembali meramaikan media sosial. Kali ini, seorang penjual nasi goreng melontarkan pertanyaan tak terduga ketika seorang petugas sedang melakukan sosialisasi agar masyarakat rajin mencuci tangan.
Video kocak viral di Twitter itu dibagikan oleh seorang warganet bernama @yujiii___ via Twitter. Tampak dalam video, petugas sedang mengimbau masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona dengan rajin cuci tangan.
"Tetap harus cuci tangan setiap hari karena virus menular tidak melalui angin tapi menempel di benda," ujar seorang petugas bercelana loreng dalam video.
Namun, seorang tukang nasi goreng yang berdiri di sampingnya nyeletuk. Ia bertanya jam berapa biasanya virus corona keluar.
"Iku biasane medal jam pinten virus ngeten niku pak?" katanya. Itu biasanya keluar jam berapa virus seperti itu pak? (--red).
Pertanyaan lugu itu pun sontak membuat warganet terhibur. Kolom reply milik @yujiii___ langsung banjir dengan komentar-komentar lucu.
Salah satu warganet yang merespon video itu adalah @faizalaja_.
"Positif wae bapake takok viruse metu jam piro paling meh digoreng," tulisnya. Positif saja bapaknya tanya virusnya keluar jam berapa mungkin mau digoreng (--red).
Ada juga warganet lain yang berbagi cerita bahwa ayahnya yang sering memberikan sosialisasi terkait corona juga kerap mendapat pertanyaan aneh dari masyarakat.
Baca Juga: Alessandro Del Piero: Paulo Dybala Sudah Layak Jadi Kapten Juventus
"Bapakku kadang juga pusing kalau ada pertanyaan aneh dari masyarakat hehe. Patroli terus di Jakarta masih banyak juga yang suka kumpul," kata @AngrainiiAyu.
Namun, dari sekian banyak komentar, seorang warganet justru mengaku sedih saat melihat video tersebut. Ia merasa kasihan dengan tukang nasgor yang tidak mengetahui bahayanya virus corona.
"Tapi sedih lihat mereka belum paham bahaya yang ada di sekitarnya. Yang mereka tahu cuma harus cari rezeki buat menyambung hidup," kata @catherineezz.
Berita Terkait
-
Soal Keracunan MBG, Prabowo Ingatkan Guru Ajari Siswa Cuci Tangan: Virus-Bakteri Bisa dari Mana Saja
-
Edukasi PHBS: Langkah Kecil di Sekolah, Dampak Besar untuk Kesehatan Anak
-
Cuci Tangan Selamatkan Nyawa: Fakta Penting Sanitasi Sekolah yang Sering Disepelekan
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
Akademisi Beri Peringatan Keras: Indonesia Belum Siap E-Voting, Ancaman Kejahatan Siber Mengintai!
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Menlu Ikut Hadir di Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam, Beri Penjelasan RI Gabung BoP
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Ulang Paulus Tannos, Buronan e-KTP yang Nekat Ganti Identitas
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini