Suara.com - Bupati Kabupaten Pidie, Roni Ahmad yang akrab disapa Abusyik mengatakan bahwa virus corona Covid-19 merupakan senjata biologis. Ia juga mengklaim virus itu untuk perang dunia ketiga.
Pernyataan ini disampaikan Abusyik ketika meninjau Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (2/4/2020) malam.
Kata-kata Bupati Pidie ini menjadi viral dan banyak dibagikan oleh warganet di media sosial. Seperti video berdurasi 4.48 menit yang diunggah ke kanal YouTube Fajri Official.
"Jadi kalau menurut saya, Pak Kadis Kesehatan ya, virus corona ini berasal daripada senjata biologis. Jadi senjata biologis sudah masuk ke dalam ranah teknologi elektronik," kata Roni Ahmad.
Ia menambahkan, "Jadi jarak kerjaannya dia yang pertama kali yang mendukung faktor dia bisa bekerja adalah salah satunya adalah listriknya, pembangkitnya, listrik, dia sama"
Menurut penuturan Bupati Pidie, senjata biologis itu pada dasarnya digunakan negara-negara yang rakyat sudah membludak.
"Yang kedua senjata ini digunakan pada saat terjadinya perang dunia ketiga. Ini senjata kimia. Inilah yang dinamakan senjata kimia," tambah Roni.
Untuk menangani virus corona ini, Roni siap melakukan penguncian wilayah atau lockdown jika ada warganya yang terjangkit.
"Kalau kita mau putuskan tali rantai merebaknya virus tersebut. Kalau saya, seandainya ini merebak di rakyat saya, masyarakat saya, orang tua saya, anak-anak saya, yang ada di Kabupaten Pidie ini saya tidak peduli siapa dia, kalau tiba waktunya apa pun bisa lockdown," kata Roni.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Ini Bentuk Virus Corona Usai Diperbesar Ilmuwan India?
Sementara itu, dilansir Portalsatu---jaringan Suara.com, Jumat (3/4/2020), Abusyik mengibaratkan Covid-19 ini seperti maop. Bagi orang Aceh, maop adalah panggilan untuk roh halus seperti jin, hantu atau sejenisnya.
"Apakah Anda takut sama maop, tentunya takut bukan, tapi kita tidak melihat maop. Begitu juga dengan virus, kita tidak bisa melihat tetapi sangat menakutkan," kata Abusyik di depan sejumlah pejabat Pemkab Pidie.
Ia juga meminta kepada Sekda Pidie, Idhami, Sekwan Sayuti dan sejumlah pejabat lainnya di Kabupaten Pidie, tidak takut dengan virus dan jangan menakuti rakyat.
"Tapi mari kita lawan corona dengan cara cari tahu dulu dari mana asalnya virus itu dan bagaimana masuk dalam tubuh manusia. Setelah kita tahu baru bisa dilakukan pencegahan," ucapnya.
Berita Terkait
-
WHO Khawatirkan Gangguan Mental akibat Virus Corona Covid-19, Ini Sarannya!
-
CEK FAKTA: Benarkah Jakarta Jadi Pusat Corona Karena Salah Pilih Gubernur?
-
Surat PKS untuk Jokowi: Dengarkan Ahli Medis, Jangan Dengarkan Penjilat
-
Wacana Koruptor Dibebaskan karena Corona, Yasonna Laoly 'Dicolek' Najwa
-
Lagi, IDI Laporkan 3 Dokter Meninggal Dunia karena Virus Corona
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU
-
Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!
-
Nama Dedi Congor Muncul di Sidang, KPK Telusuri Aliran Dana Rp30 Miliar dari Bos Blueray Cargo
-
Satu Suara dengan Megawati, GNB Singgung Keresahan Sama Soal Kondisi Bangsa