News / Nasional
Sabtu, 04 April 2020 | 15:54 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberikan keterangan kepada pers soal penanganan virus corona Covid-19 di ibu kota pada Kamis (26/3/2020) di Balai Kota. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Suara.com - Belum lama ini beredar kabar jika DKI Jakarta menjadi pusat virus corona karena salah memilih gubernur.

Anggapan itu beredar usai seorang pengguna Facebook bernama Bunga Indah menulis status di Facebook.

Dalam statusnya itu, ia mengatakan, "Jakarta menjadi daerah yang paling banyak terinfeksi virus COVID-19 karena salah pilih gubernur."

Klarifikasi Turn Back Hoax soal tuduhan hoaks (Instagram).

Status itu pun sempat viral karena mendapat 239 komentar. Namun, apakah tuduhan tersebut benar?

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, dapat dipastikan bahwa tidak benar provinsi DKI Jakarta menjadi pusat virus corona karena salah memilih gubernur.

Memang benar DKI Jakarta menjadi pusat penyebaran virus corona. Namun, sebabnya bukan karena masyarakat Jakarta salah memilih gubernur, melainkan karena tingkat mobilitas di Jakarta sangat tinggi sehingga virus terbawa masuk.

Selain itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa hal itu bisa terjadi karena DKI Jakarta memiliki banyak pintu masuk.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), selain DKI Jakarta, ada empat provinsi lain dengan jumlah kasus COVID-19 yang cukup tinggi yaitu di atas 50 kasus. Provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Tiadakan Salat Jumat di Masjid?

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, dapat dipastikan bahwa tuduhan yang dilakukan oleh Bunga Indah terbukti tidak benar. Status yang ia tulis memuat informasi yang menyesatkan karena tidak berdasarkan fakta.

Load More