Namun, Mega dan keluarganya sama sekali tak menunjukkan gejala COVID-19 seperti batuk, demam, atau diare.
Pihak RS pun sempat menelantarkan jenazah ayah Mega dari jam tiga subuh hingga sembilan pagi karena alasan pasien yang bersangkutan PDP corona.
Tapi, keesokan paginya usai mengadakan rapat, para dokter sepakat bahwa kematian ayah Mega disebabkan gagal jantung.
"Sekarang terserah ibu jenazahnya mau dimandikan atau dibawa kemana. Ibu saya jawab, "Ya terus kenapa tadi dokter bisa mendiagnosis seperti itu?". Dan semua dokter di sana hanya bilang, "Maaf bu semua yang demam diindikasi COVID"," tulis Mega.
Tak hanya sampai di sana, jenazah sang ayah juga sempat hampir ditolak warga karena petugas ambulans yang mengantar jenazah memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
Ayah Mega baru bisa dimakamkan setelah keluarga memberikan fotokopi surat kematian kepada warga setempat.
KTP Disebar dan Difitnah Mati Karena Corona
Tak lama berselang setelah pemakaman tersebut, Mega menerima kabar yang mengejutkan. Seorang warganet dengan nama akun @nurul.fauzia.rachman bertanya via DM Instagram kepada warganet lain yang merupakan tetangga Mega.
"Petugas RS-nya bilang positif. Gejalanya sama katanya," tulis @nurul.fauzia.rachman kepada tetangga Mega via DM Instagram.
Baca Juga: Awalnya Dikira Corona, saat Ambulans Datang Ternyata Pemuda Ini...
Ia pun turut melampirkan foto KTP ayah Mega hingga membuat gadis itu geram. Tak tahan dengan kabar simpang siur itu, ia akhirnya menghubungi langsung yang bersangkutan.
Namun, saat dicecar pertanyaan siapa yang menyebarkan KTP sang ayah, warganet tersebut tak mau mengaku.
Akibat informasi yang simpang siur, keluarga Mega saat ini menanggung beban. Hingga berita ini dibuat, Mega masih menunggu klarifikasi dari pihak RS atas insiden penyebaran foto KTP tersebut.
Berita Terkait
-
Update Pasien Corona di RSD Wisma Atlet: 127 Positif, 238 PDP, 72 ODP
-
Satu PDP Corona di Simalungun Meninggal, Punya Riwayat dari Jakarta
-
Jurnalis PDP Corona Wafat Diduga Ditelantarkan, IDI Bongkar Masalah RS
-
Ngadu Tapi Dicueki Jokowi, RS Bantah Terlantarkan Almarhum Jurnalis Willy
-
Pulang Pesantren dari Madura, Bocah 12 Tahun Berstatus PDP Meninggal Dunia
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi