Suara.com - Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai menyebut ada salah satu menteri yang gemar mabuk dan 'main perempuan'. Menteri itu bahkan kerap kali melahirkan kebijakan yang dianggapnya tidak waras.
Hal itu diungkap oleh Pigai melalui akun Twitter miliknya @nataliuspigai2. Ia mengklaim menteri tersebut menyalurkan hobinya itu hampir setiap malam.
"Seorang menteri tiap malam hidup mabuk-mabukan, minum-minuman keras dan cewek jadi pejabat NKRI," kata Pigai seperti dikutip Suara.com, Kamis (9/4/2020).
Ia mengklaim, aksi si menteri tersebut juga telah diketahui oleh atasan dan ketua umum partainya.
Namun, para petinggi jutru bergeming dan membiarkan si menteri menyalurkan hobinya itu.
"Bicaranya juga kelihatan, suaranya serak-serak," ungkap Pigai.
Ironisnya, si menteri juga seringkali melahirkan kebijakan 'jurus mabuk dan tak waras'. Namun Pigai tak mengungkap siapa sosok menteri yang ia maksud.
"Kebijakan jurus mabuk dan tak waras! Pejabat publik wajib dikritik dari kompetensi mental dan moralitas," imbuhnya.
Pengakuan Pigai tentang sosok menteri bersuara serak yang gemar mabuk dan main perempuan itu sontak menimbulkan teka-teki dikalangan publik.
Baca Juga: 6 Langkah Mudah Mendaftar NPWP Online
Banyak orang yang menebak-nebak siapa sosok menteri yang dimaksud oleh Pigai.
Dikutip dari Hops.id -- jaringan Suara.com, Pigai memang membenci orang pemabuk. Bahkan, Pigai pernah menyeret adik kandungnya ke penjara saat ia mendapati sang adik sedang minum minuman keras pada 2014.
"Adik kandung saya penjarakan karena ketahuan minum minuman keras saat saya dan Yacob Nuwa Wea ke Nabire, Papua," kata Pigai.
Berita Terkait
-
Polisi Genjar Tindak Penghina Jokowi, DPR: Rakyat Berhak Kritik Pemimpinnya
-
Glenn Fredly Meninggal, Jokowi: Kehilangan Besar Bagi Dunia Musik Indonesia
-
Menteri Sri Mulyani: Glenn Fredly Dikenal Peduli Kesejahteraan Seniman
-
Menteri Agama: Jenazah Umat Kristen Diminta Tak Disemayamkan Berhari-hari
-
Pemerintah akan Beri Relaksasi Buat Nasabah KUR, Begini Syaratnya
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah
-
Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana