Suara.com - Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kesal dengan kapal Malaysia yang mencuri ikan di laut Indonesia.
Aksi pencurian ikan oleh kapal asing tersebut justru meningkat di tengah situasi darurat akibat pandemi virus corona.
Melihat kecurangan sedemikian rupa, Susi Pudjiastuti tak tinggal diam. Ia mengecam keras aksi tersebut melalui akun Twitter pribadinya @susipudjiastuti.
Pemilik Maskapai Susi Air tersebut meminta agar kapal-kapal asing yang mencuri ikan di laut Indonesia ditenggelamkan, sesuai jargon yang sering ia serukan.
"Tenggelamkan kapalnya!!!!!!!!," cuit Susi seperti dikutip Suara.com, Selasa (14/4/2020).
Reaksi tersebut ditunjukkan Susi Pudjiastuti sebagai tanggapan atas tautan artikel Suara.com berjudul "Malaysia Makin Giat Curi Ikan dari Laut Indonesia di Tengah Corona".
Kontan saja, kecaman Susi Pudjiastuti atas tindakan curang kapal asing di Laut Indonesia memancing respons warganet.
Bahkan, seorang warganet turut membagikan foto senjata bazooka untuk mendukung aksi protes Susi Pusjiastuti.
"I'll put this in here for you, madam (Saya menaruh ini di sini untukmu --red)," kata @Merad44h.
Baca Juga: Performa Luka Jovic di Madrid Kurang Apik, Ini Pesan Aleksandar Mitrovic
Namun tenyata Susi Pudjiastuti tidak mengetahui senjata tersebut hingga warganet lainnya menerangkan bahwa senjata itu bazooka.
Susi Pudjiastuti pun menimpali, "I see (Aku paham)..malu saya ndak tahu. Tahunya pisau dapur"
Untuk diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Pusat Pengendalian (PUSDAL) KKP, ada kecenderungan bahwa para pelaku penangkapan ikan ilegal ini memanfaatkan pandemi COVID-19 untuk melancarkan aksi-aksi pencurian ikan.
Indikasi dari hal itu dapat dilihat dari peningkatan jumlah kapal perikanan asing yang beroperasi di sekitar wilayah perbatasan Indonesia.
Ia mengemukakan KKP melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan kembali melakukan penangkapan terhadap tiga kapal berbendera Malaysia pada hari Minggu (12/4/2020) di WPP-NRI 571-Selat Malaka.
Untuk proses hukum lebih lanjut, ketiga kapal perikanan tersebut selanjutnya akan di ad hoc ke Pangkalan PSDKP Batam untuk proses hukum lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Melanggar Lockdown, Anak-anak Menangis Ditegur Polisi, Alasannya Bikin Iba
-
Ditangkap karena Jalan saat Wabah Corona, 2 Wanita Malah Diperkosa Polisi
-
Sentil Keras Ganjar Pranowo, Susi Pudjiastuti Bongkar Percakapan WA-nya
-
Susi Pudjiastuti Semangati Lawan Covid-19, Kangen Makan Ikan dari Ganjar
-
Malaysia Makin Giat Curi Ikan dari Laut Indonesia di Tengah Corona
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI