Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Ahmad Riza Patria, akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Karena pelantikan digelar saat virus corona atau Covid-19 mewabah, protokol khusus diterapkan.
Anggota Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub DKI, S Andykan mengatakan protokol kesehatan yang akan diterapkan salah satunya adalah pembatasan undangan. Tidak diperbolehkan banyak orang menghadiri acara ini.
Selain itu, para hadirin dalam acara ini juga harus menerapkan physical distancing atau menjaga jarak. Tujuannya untuk meminimalisir penularan virus corona atau Covid-19.
"Yaa social distancing, physical distancing kan diatur. Jadi undangannya sangat-sangat terbatas lah," ujar Andyka saat dihubungi, Selasa (14/3/2020).
Andyka mengatakan pihak Istana sudah berencana mengirimkan surat undangan pada DPRD Jakarta hari ini. Sementara pihak Panlih telah menyampaikan hasil pemilihan sejak pekan lalu.
"Sudah disampaikan ke pihak balai kota, ke Sekwan juga. Insya Allah undangannya baru hari ini ya, baru dikirimkan. Tapi informasi secara lisan sudah disampaikan," jelasnya.
Diketahui, kursi kosong Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta akan segera terisi. Wagub terpilih, Ahmad Riza Patria akan dilantik Presiden Joko Widodo.
Sementara Wakil Ketua Panitia Pemilihan Wagub DPRD DKI Jakarta, Basri Baco mengungkapkan rencananya Riza akan dilantik di istana negara besok, Rabu (15/4/2020). Dengan demikian, setelah 18 bulan memimpin sendiri, Gubernur Anies akan punya pendamping.
"Sudah, rencana pelantikan Rabu di Istana," ujar Basri saat dihubungi, Selasa (14/4/2020).
Baca Juga: Riza Patria Dilantik di Istana saat Wabah Virus Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok