Suara.com - Seorang pria di Agra, India terlihat mengais tumpahan susu di tengah jalan. Video yang merekam kejadian ini menjadi viral di media sosial.
Media asing yang melaporkan kejadian ini mengaitkannya dengan perpanjangan status penguncian wilayah atau lockdown di India.
Dilaporkan DailyMail, Selasa (14/4/2020), seorang pria yang putus asa didokumentasikan tengah mengambil susu yang tumpah dari jalan. Ia terlihat berbagi tumpahan susu itu dengan anjing-anjing.
Kejadian ini terlihat pada Senin (13/4) pagi di Agra saat lockdown di India telah memperburuk kemiskinan negara tersebut, menurut DailyMail.
Pria dalam video itu tampak mengumpulkan tumpahan susu ke dalam kendi yang dibawanya. Susu ini tumpah setelah sebuah truk kontainer terbalik di jalan.
Salah satu yang membagikan video ini di media sosial adalah jurnalis NDTV, Kamal Khan.
"Dampak Lockdown: Manusia dan hewan mulai minum susu bersama. Hari ini, tangki susu pengantar susu jatuh di persimpangan Rambagh di Agara. Lihat apa yang terjadi kemudian," tulis @kamalkhan_NDTV, Senin (13/4).
Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi akan memperpanjang status lockdown hingga setidaknya 3 Mei.
"Dari sudut ekonomi, kami telah membayar harga yang besar," kata Modi.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke Level 4.723
Ia yakin bahwa memperpanjang lockdown adalah langkah yang tepat untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).
"Tetapi kehidupan rakyat India jauh lebih berharga. Dari pengalaman beberapa hari terakhir, jelas bahwa jalan yang telah kita pilih benar," ujarnya.
Langkah ini ditempuh meskipun ada keluhan dari jutaan orang miskin. Masyarakat miskin ditinggalkan hampir tanpa bantuan karena kehilangan pekerjaan dan pendapatan.
Angka resmi menunjukkan negara-negara Asia Selatan sejauh ini relatif tidak terluka oleh epidemi, dengan sekitar 10.000 kasus dan 339 kematian di India.
Namun beberapa ahli mengatakan India belum melakukan tes yang cukup dan jumlah infeksi sebenarnya jauh lebih tinggi.
Penutupan wilayah dengan batasan aktivitas yang ketat telah menghancurkan perekonomian khususnya bagi kaum miskin India.
Berita Terkait
-
Pasien Corona Tembus 10.000, India Resmi Perpanjang Masa Lockdown
-
Selama Pandemi Corona, Motor Warga Diolesi Cat Oleh Polisi, Apa Maksudnya?
-
Best 5 Otomotif Pagi: Fortuner Jadi Ambulans, Lelang Porsche Atasi Corona
-
Minta Dipulangkan Jokowi, 12 WNI di India Ini Dibanjiri Komentar Netizen
-
Dua Turis Asing Diperkosa Oknum Polisi dan 6 Berita Heboh Lainnya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru
-
Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk