Suara.com - Seperti negara-negara tetangganya di daratan Eropa atau kerap disebut sebagai The Continent, Britania Raya tengah menjalankan lockdown untuk mencegah penjalaran pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, kebijakan belum berubah. Artinya status masih berjalan aktif sejak lockdown diberlakukan mulai 23 Maret 2020.
Pada Kamis (16/4/2020,) Secretary of State for Health and Social Care Britania Raya atau Menteri Kesehatan, Matt Hancock menyebutkan bahwa masih terlalu dini untuk mencabut kebijakan karantina wilayah di Kerajaan Bersatu, yang terdiri atas Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Meskipun disebutkan bahwa Covid-19 mulai mencapai puncak krisis.
"Kami kira terlalu awal untuk membuat keputusan pengubahan status. Sementara ini kami melihat angka kasus infeksi mulai mendatar (dikenal dalam grafik eksponensial sebagai "flattening the curve") dan bersyukur kasus kematian juga menurun. Namun kurva belum menurun," demikian alasan Matt Hancock.
Kementerian Kesehatan melaporkan kasus kematian akibat Covid-19 di seluruh rumah sakit di Britania Raya meningkat menjadi 761 kasus per hari lalu (15/4/2020) sehingga jumlahnya kini mencapai 12.868 orang, dan angka itu diperkirakan jauh lebih besar jika dilakukan perhitungan lebih luas.
"Jika kami mencabut semua langkah kebijakan sekarang, mungkin saja virus ini akan menyebar tanpa kendali untuk yang kedua kalinya. Dan kami tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi," tandasnya.
Neil Ferguson, seorang profesor yang turut membentuk sikap pemerintah dalam menanggapi pandemi ini juga menyebut bahwa Britania Raya mungkin harus mempertahankan kebijakan physical distancing dalam tingkatan tertentu sampai tersedia vaksin Virus Corona.
"Kami harus pertahankan pembatasan sosial dalam level tertentu yang signifikan, barangkali secara terus-menerus hingga tersedia vaksin," ungkap Neil Ferguson dalam wawancara dengan Radio BBC.
Dikutip dari The Guardian, berdasar data dari Public Health England per hari ini (16/4/2020), kasus Covid-19 di Kerajaan Bersatu yang meliputi Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara mencapai 98,476 secara total. Dengan kasus baru tercatat 4.605 orang dan angka mortalitas mencapai 12.868 orang.
Sedangkan banyaknya kasus per negara, Inggris mencapai 76.371 orang, Skotlandia 6.718 orang, Wales sebanyak 6.118 orang, serta Irlandia Utara mencapai 2.088.
Baca Juga: Langgar PSBB di Jakarta Akan Dipenjara 1 Tahun dan Didenda 100 Juta
Sebagai catatan, beberapa tokoh nasional Britania Raya yang mengalami kasus hingga mesti dirawat intensif juga tidak sedikit. Termasuk di antaranya Perdana Menteri Boris Johnson dan Putra Mahkota Pangeran Charles Mountbatten - Windsor. Ada pula yang melakukan isolasi mandiri seperti aktor Idris Elba, musisi John Taylor dari Duran Duran, serta Nadine Dorris, anggota parlemen bidang kesehatan. Sementara komedian Tim Brooke-Taylor wafat karena Covid-19.
Untuk melihat pembatasan yang dilakukan saat berlangsungnya lockdown di London, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar seperti diterapkan di Jakarta, silakan simak di sini.
Catatan dari Redaksi: Jika merasakan gejala batuk, sakit tenggorokan dan demam, informasi seputar Coronavirus Disease (Covid-19) bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119. Terapkan imbauan tetap tinggal di rumah, dan jaga jarak atau physical distancing, minimal dua meter persegi. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Ratusan Ruko STC Pekanbaru Resmi Jadi Aset Pemkot, HGB Tak Bisa Diperpanjang
-
Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi
-
Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI
-
Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi
-
Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati
-
3 Kontroversi YouTuber Bigmo, Terbaru Libatkan Anak Kecil Promosi Liquid Vape
-
Pramono Buka Peluang Modifikasi Cuaca di Jakarta, Antisipasi El Nino dan Ancaman Kebakaran
-
Sudah Lebih 30 Provinsi Dikunjungi, Pengamat Bongkar Alasan Gibran Sering Turun ke Daerah
-
Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026
-
Febrie Adriansyah Lawan Status Tersangka, Kuasa Hukum Soroti 9 Kejanggalan Penanganan Kasus