Suara.com - Relawan #BatamLawanCorona menemui berbagai kisah ironis dalam perjalanan menyalurkan bantuan di tengah krisis akibat virus corona di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Salah satunya, kisah warga Kampung Nenas, Batam Centre bernama Agus Salim. Agus terpaksa mengganti susu untuk anaknya dengan air gula karena ketiadaan uang. Pria itu lumpuh usai mengalami kecelakaan. Ia pun akhirnya kesulitan menafkahi keluarganya.
Tim relawan yang menjumpai Agus dalam kegiatan sosial akhirnya memberikan bantuan kepada ayah tiga anak tersebut.
“Pak Agus tidak bisa berjalan akibat kecelakaan dan sekarang keadaannya sangat memprihatinkan. Mukanya sekarang pucat pasi, selain sambil menahan sakit, dia juga menahan beban hidup. Istrinya juga tidak bisa bekerja,” ujar salah satu mentor tim relawan, Putra Siregar, sebagaimana dilansir Batamnews.co.id (jaringan Suara.com), Minggu (19/4/2020).
Putra menceritakan, timnya tiba ke lokasi itu setelah mendapat informasi dari Polsek Batam Kota, bahwa ada salah satu warga di sana yang kondisinya cukup memprihatinkan.
“Ternyata setelah kami survey, kejadiannya sesuai dengan apa yang diceritakan. Bahkan lebih parah lagi,” ucap Putra.
Kontrakan mereka sangat kecil dan menunggak. Terlihat kaki Agus dipasangi penyangga untuk berjalan. Ia mengaku tak punya biaya berobat.
“Anak-anaknya butuh susu, tapi diganti dengan air gula,” kata Putra.
Tim datang ke lokasi menyalurkan bantuan berupa sembako, susu, pampers dan uang tunai Rp 1 juta.
Baca Juga: Cerita Perawat Corona, Ditinggal Istri Selamanya Usai 22 Hari Tak Jumpa
Putra berharap, relawan #BatamLawanCorona dapat senantiasa membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan di tengah pandemi Covid-19 ini.
“Kami mempunyai tim relawan yang siap turun ke lapangan. Kami siap membantu untuk prioritas yang sangat membutuhkan dan urgensi serta kami siap bekerja sama dengan siapa pun yang mau memberikan informasi untuk orang yang membutuhkan,” kata pengusaha muda Batam ini.
“Kami tidak membantu orang yang mengeluh dirinya susah, kami membantu orang yang memberikan info bahwa ada orang susah. Agar tidak ada yang ikut-ikutan,” ujar Putra.
Berita Terkait
-
Cerita Perawat Corona, Ditinggal Istri Selamanya Usai 22 Hari Tak Jumpa
-
Update Corona Covid-19 Global: Hanya Ada 8 Kasus Baru di Korea Selatan
-
Marak Perceraian, 7 Jurus Agar Rumah Tangga Kian Lengket saat Corona
-
Derita Bapak Lumpuh, Bayinya Dikasih Air Gula karena Tak Mampu Beli Susu
-
Unik, Warga di Kulon Progo Gunakan Tempat Cuci Tangan Nuansa Tempo Dulu
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
Terkini
-
Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah
-
Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?