Suara.com - Gelombang kedua virus corona diperkirakan bakal menghantam Amerika Serikat pada musim dingin mendatang dan kemungkinan akan lebih parah dibandingkan yang tengah melanda saat ini sebab muncul di awal musim influenza.
Peringatan itu disampaikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Selasa (21/4/2020).
"Ada kemungkinan serangan virus di negara kita pada musim dingin mendatang sebenarnya akan lebih sulit ketimbang yang kita lalui sekarang," kata Direktur CDC, Robert Redfield kepada Washington Post seperti dikutip Antara.
Ketika wabah saat ini terus mereda, seperti yang ditunjukkan melalui penurunan tingkat rawat inap baru-baru ini dan indikator lainnya, otoritas perlu mengantisipasi potensi gelombang kedua dalam beberapa bulan ke depan.
"Kita akan mengalami epidemi flu dan epidemi virus corona secara bersamaan," katanya, dan kombinasi tersebut akan memberikan tekanan lebih besar terhadap sistem kesehatan negara dibandingkan wabah sebelumnya.
Virus itu, yang menyebabkan penyakit pernapasan sangat menular dan berpotensi fatal bernama COVID-19, muncul di China tengah pada Desember lalu. Infeksi pertama AS yang diketahui, kasus terkait perjalanan, didiagnosis pada 20 Januari di Washington dekat Seattle.
Sejak saat itu, hampir 810.000 orang di Amerika Serikat terbukti positif COVID-19 dan 45.000 orang lebih meninggal akibat virus corona.
Redfield dan otoritas kesehatan lainnya memuji kebijakan untuk tetap berada di rumah dan penutupan bisnis serta sekolah di negara tersebut demi memperlambat penyebaran infeksi.
Namun, pembatasan itu juga menghambat perdagangan Amerika serta menyebabkan sedikitnya 22 juta orang kehilangan pekerjaan dalam empat pekan terakhir.
Baca Juga: Lebanon Legalkan Bertani Ganja untuk Kebutuhan Medis
Saat karantina wilayah berangsur dilonggarkan, Redfield menekankan pentingnya individu tetap menjaga jarak fisik satu sama lain.
Pada saat yang sama, katanya, otoritas kesehatan masyarakat musti meningkatkan sistem pengujian untuk mengidentifikasi mereka yang terinfeksi dan menemukan interaksi pribadinya melalui penelusuran kontak.
Berita Terkait
-
Uni Emirat Arab: Amerika Harus Tuntaskan Iran, Tak Boleh Gencatan Senjata
-
Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM
-
Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai
-
15 Butir Rencana Damai Trump: Apa Saja Isinya dan Mengapa Iran Menolak?
-
Menlu Amerika Serikat Klaim Ada Kemajuan Pembicaraan dengan Iran
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat
-
Imbauan Hemat LPG dari Menteri ESDM Tuai Respons Pedagang: Kalau Diirit Bisa Kacau Jualannya!
-
DPR Ingatkan RI Jaga Politik Bebas Aktif di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz
-
Kecelakaan di Jatim Melonjak 78 Persen Saat Lebaran, Kapolda: Seimbang dengan Pergerakan Arus
-
Indonesia Siapkan Draft Element Paper untuk Perbaiki Tata Kelola Royalti Digital Global
-
Uni Emirat Arab: Amerika Harus Tuntaskan Iran, Tak Boleh Gencatan Senjata
-
Tergiur Penggandaan Black Dollar, WNA Korea Tertipu Duo Liberia di Jakarta
-
1.251 Dapur MBG Kena Sanksi, DPR Desak Pengawasan dan Sertifikasi Diperketat
-
Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya
-
Transformasi Pengelolaan Kendaraan Operasional: Dari Beli ke Sewa