Suara.com - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara meminta Badan Legislasi DPR memastikan ada asas kesetaraan gender dalam penyusunan RUU Masyarakat Hukum Adat.
Hal itu disampaikan Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi dalam rapat virtual dengan Baleg DPR RI.
"Satu hal yang paling penting juga dalam hal ini juga adalah tentang asas kesetaraan gender," ujar Rukka, Rabu (22/4/2020).
Dalam paparannya, Rukka menyampaikan RUU Masyarakat Adat harus memastikan negara melakukan langkah-langkah konstruktif dalam pengarusutamaan kesetaraan gender serta penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan di dalam masyarakat adat.
Ia menilai, aspek kesetaraan gender menjadi penting karena hingga hari ini tidak tersedia perlindungan pada hak kolektif perempuan adat seperti pengetahuan atas motif anyaman, pewarnaan alami, obat-obatan, pemuliaan benih dan lainnya serta telah menjadi salah sumber kekerasan terhadap perempuan adat.
"Untuk itu, RUU ini perlu secara eksplisit menempatkan prinsip kesetaraan gender dan memiliki pasal yang mendukung pelaksanaan dan perlindungannya," paparnya.
Rukka mengatakan, selama ini akibat dari tidak adanya asas kesetaraan gender ialah banyak dari perempuan adat yang tidak bisa mengefektifkan potensi yang mereka miliki.
"Pekerjaan berat kami di AMAN saat ini dan kita juga di sebagian besar Indonesia saat ini adalah bagaimna perempuan adat itu tidak mendapatkan perlindungan secara khusus sampai saat ini. Sehingga banyak sekali potensi-potensi itu yang bisa disumbangkan oleh perempuan adat kemudian ini tidak bisa efektif karena tidak punya perlindungan yang secara khusus karena tidak ada asas kesetaraan gender," tandasnya.
Baca Juga: Aliansi Masyarakat Adat Pulau Buru Tolak Danau Rana Jadi Destinasi Wisata
Berita Terkait
-
Buruh Mau Demo, DPR: Pemerintah Harus Kaji Ulang RUU Cipta Kerja
-
Polisi Bakal Bubarkan Paksa Jika Buruh Tetap Aksi Saat Pendemi Covid-19
-
Jokowi Klaim Corona Hilang Akhir Tahun 2020 dan 6 Berita Populer Lainnya
-
Sekjen PDIP Hasto Akui Tegur Saeful karena Minta Uang ke Harun Masiku
-
Profil Teuku Riefky Harsa, Sekjen Partai Demokrat Periode 2020-2025
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun
-
China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran