Suara.com - Video Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang membela Presiden Joko Widodo atau Jokowi memicu perdebatan di kalangan warganet.
Dalam video yang diunggah ke akun media sosial resminya, pada Kamis (23/4/2020), Prabowo menilai Jokowi terus berjuang demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.
"Selama saya menjadi bagian kabinet beliau, saya bersaksi bahwa beliau terus berjuang demi kepentingan bangsa negara dan rakyat Indonesia," kata Prabowo
Pria yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan ini mengatakan bahwa Jokowi selalu memikiran keselamatan rakyat yang paling miskin dan lemah dalam mengambil keputusan.
Selain itu, ia juga mengajak para pendukungnya untuk tetap percaya kepadanya dan mengingat kembali ketika Prabowo memutuskan untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan.
"Saya sekarang tetap minta dukungan saudara percayalah kepada pimpinanmu. Pimpinanmu tidak akan mungkin mengambil keputusan yang merigukan partai, apalagi rakyat, bangsa dan negara Indonesia ini," ucap Prabowo.
Video yang viral tersebut ditujukan Prabowo khususnya kepada para kader Partai Gerindra.
Warganet pun memberikan berbagai komentar terhadap video itu. Sebagian merasa kecewa dengan pernyataan Prabowo yang membela Jokowi.
"Kami tenggelam, bapak malah naek kapal," komentar warganet.
Baca Juga: Terekam CCTV, Begal Seret Pengusaha Roti Hingga 3 Meter di Batam
Netizen lain menulis, "Lama-lama bapak mirip Jokowi...suer dah".
Sebagian warganet yang lain menyoroti pesan Prabowo agar tidak boleh ada perpecahan dalam bangsa Indonesia.
"Apapun yang terjadi tidak boleh ada perpecahan di antara bangsa Indonesia. Terima kasih pak @prabowo," tulis warganet yang sependapat dengan Ketua Umum Gerindra itu.
"Mantap Pak Prabowo. Saya tidak mau menjadi bagian dari perpecahan itu. Bapak ada di pemerintahan, jika mereka menghujat pemerintah sama artinya mereka menghujat bapak. Lebih baik memiliki sedikit kader tapi cerdas & berkualitas daripada banyak kader tapi nol kontribusi positif," tulis warganet berikutnya.
Berita Terkait
-
Sepakat Beda Mudik dan Pulang Kampung, DPR Nilai Jokowi Lambat Cegah Corona
-
Jokowi Klaim Mudik Beda dengan Pulang Kampung, Ini Kata Ivan Lanin
-
Susi Pudjiastuti Ikut Komentari Mudik vs Pulang Kampung, Warganet Riuh
-
Kata Jokowi Mudik dan Pulang Kampung Berbeda, Ini Penjelasannya Versi KBBI
-
Bela Jokowi, Prabowo: Beliau Terus Berjuang Demi Bangsa dan Rakyat
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk