Suara.com - Tim SAR Kendari, Sulawesi Tenggara, bersama gabungan petugas BPBD dan Polsek Bombana, telah menemukan remaja bernama Wawan (14) dalam kondisi meninggal dunia yang sebelumnya dilaporkan hilang diduga diterkam buaya saat mencari pakar ternak sapi.
Humas Basarnas Kendari, Wahyudin, melalui pesan WhatsApp yang diterima, Jumat (24/4/2020) mengatakan, korban ditemukan sekitar satu kilometer dari tempat kejadian semula dilaporkan hilang.
"Kondisi korban saat ditemukan dalam kondisi masih utuh, namun telah meninggal dunia. Tim menemukan sekitar pukul 10.45 Wita. Dan jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya," ujar Wahyudin.
Dengan demikian, setelah korban ditemukan, operasi Tim SAR dibantu dengan beberapa tim teknis dan anggota masyarakat setempat dinyatakan selesai.
Sebelumnya, pada Kamis (23/4) sekitar pukul 11.00 Wita, Badan SAR Nasional Kendari menerima informasi dari Ilham, salah seorang keluarga korban yang melaporkan bahwa telah terjadi kondisi membahayakan manusia satu orang diterkam buaya di Sungai Poleang, Desa Teppo, Dusun Lasirantang ,Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana atau sekitara 260 kilometer selatan Kendari .
Korban dilaporkan hilang saat mencari pakan sapi bersama ayahnya di sekitaran sungai tempat anak itu dilaporkan hilang.
Dan Tim SAR Kendari setelah mendapat informasi itu langsung menuju daerah Bombana untuk memberikan pertolongan kepada anak yang dilaporkan hilang tersebut dengan membawa satu unit rescue car, satu unit ambulans dan satu buah perahu karet beserta peralatan pendukung lain.
Berita Terkait
-
Hilang 2 Bulan, Kakek Asal Boyolali Ditemukan Sudah Jadi Tulang Belulang
-
Kondisinya Mengerikan! Bocah 6 Tahun yang Hilang Ditemukan di Perut Buaya
-
Pamit BAB, Kakek 74 Tahun Hanyut di Sungai Bedog
-
Dokter Pertama yang Temukan Pasien Corona di Wuhan Mendadak Hilang
-
Hilang Tiga Hari, Sumijem Ditemukan di Hutan Dalam Keadaan Linglung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar