Suara.com - Pidato kenegaraan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon tengah memantik sorotan. Pasalnya, Rahmon menyerukan agar umat Islam di negaranya tidak usah menjalankan puasa Ramadan.
Rahmon mengatakan ajakan itu beralasan. Dia hanya ingin agar warga Tajikistan yang berjumlah 8 jutaan itu bisa tetap sehat dan bisa bekerja. Seruan ini menanggapi mewabahnya kasus corona di sana.
Sejauh ini, negara sempalan Uni Sovyet di kawasan Asia Tengah itu mengaku belum mencatat satupun warganya terinfeksi corona. Namun, sebagai ancang-ancang, Rahmon mengajak rakyatnya tak puasa Ramadan.
Kata dia, puasa hanya akan membuat orang lebih gampang sakit terhadap infeksi dan penyakit menular seperti corona, makanya dia menganjurkan tak usah.
“Meskipun penyakit ini tidak terdaftar di negara kita, ini tidak berarti bahwa kita harus ceroboh dan duduk diam,” sebut Rahmon dalam pernyataannya seperti dikutip Hops.id--jaringan Suara.com--dari AFP, Jumat (24/4/2020).
Walau mengklaim tidak memiliki kasus corona, Tajikistan sejauh ini memang menutup wilayah-wilayah perbatasan dan mengambil langkah-langkah lain termasuk menutup masjid untuk mencegah penyebaran virus corona.
Mengutip otoritas keagamaan pro-pemerintah Tajikistan, sang presiden lagi-lagi menegaskan puasa dapat membahayakan petani, peternak, dan mereka yang bekerja keras. Sekadar diketahui, 65 persen warga Tajikistan memang berprofesi sebagai petani dan peternak.
“Saya mendesak semua orang yang bekerja di ladang, atas nama kesehatan mereka dan keluarga mereka, memastikan kesejahteraan rumah tangga mereka, untuk menggunakan dispensasi ini dan menunda atau tidak puasa sampai waktu yang lebih baik,” kata Rahmon.
Selain itu, pidato sambut Ramadan yang disampaikan Presiden Tajikistan juga menyinggung pada keamanan pangan di sana. Sebab, walau tak ada kasus corona di sana, mereka sudah kena dampak ekonomi yang cukup parah.
Tajikistan sejauh ini tengah menderita masalah mata uang asing untuk membayar impor – termasuk beberapa bahan makanan–-karena pengiriman uang dari buruh migran di Rusia merosot akibat pandemi.
Baca Juga: Pemerintah Tajikistan Desak Petani Tunda Puasa Ramadhan di Tengah Pandemi
Berita Terkait
-
Batalkan Tiket Mudik, Warga: Kalau Sayang Keluarga Lebih Baik Jangan Pulang
-
Hampir 14 Persen Warga New York Miliki Antibodi Penangkal COVID-19
-
Larang Warga Ngabuburit, Pemkot Depok: Lebih Afdal Tadarusan di Rumah
-
Badan Antariksa Rusia Bantah Virus Corona Sampai ke Stasiun Luar Angkasa
-
Menang Lawan Corona, Pasangan Lansia Pegangan Tangan Pulang dari RS
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Dudung Ungkap Alasan Kepala BGN Diganti, Ada Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
-
Kantor BGN Masih Digeledah Kejagung, Lantai Dua Steril dari Aktivitas Pegawai
-
KPK Amankan Belasan Orang di OTT Imigrasi Jakbar, Dirjen Imigrasi Buka Suara
-
Dadan Dicopot Sebelum Diperiksa Kejagung, Pakar UGM: Biar Penyelidikan Tak Terganjal 'Orang Kuat'
-
Tiket Masuk Ancol Gratis Mulai 8 Juni, Cek Ketentuannya di Sini!
-
Danantara Belum Buka Laporan Keuangan, Koalisi Sipil: Waspada Celah Korupsi Aset Negara!
-
KAI Daop 1 Jakarta: 19 Kereta Dilempari dalam 5 Bulan, Pelaku Mayoritas Remaja
-
Kasus Dugaan Jual Beli Titik MBG, Kejagung Masih Geledah Kantor BGN
-
Tanggapi Kabar Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Dasco Ungkap DPR Sudah Lama Soroti BGN
-
Kantor BGN Digeledah dan Dadan Hindayana Dikabarkan Ditangkap Kejagung, Begini Respons Dasco