Suara.com - Kaum Transgender Perempuan (Transpuan) atau biasa disebut Waria ternyata mengalami dampak yang memprihatinkan di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19.
Disamping kondisi yang semakin sulit memenuhi kebutuhan perut, perilaku diskriminatif dari warga sekitar memperburuk keadaan.
Seorang waria di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat bernama Indri harus menghadapi sulitnya terkepung dalam dua kondisi itu.
Di kawasan itu, Indri bersama sekitar 67 waria di Kelurahan Kampung Duri dan Kali Anyar tak bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. Pasalnya, warga sekitarnya termasuk ketua RT tidak memasukan namanya sebagai daftar penerima bantuan.
"Kalau warga lain dapat ada, selain waria, kalau waria enggak ada," ujar Indri saat dihubungi Suara.com, Minggu (26/4/2020).
Indri menjelaskan ia dan rekannya memang kebanyakan memiliki KTP bukan Jakarta. Kendati demikian, KTP ini bukanlah syarat untuk mendapatkan bantuan sesuai kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Kebanyakan di sini sih KTP daerah. Tapi teman-teman di sini juga kan kebanyakan pada bikin KTP domisili, tapi ya untuk bantuan dari pemerintah belum ada sih," jelasnya.
Indri yang sudah kehilangan pekerjaan sebagai penata rias salon ini akhirnya hanya bergantung dari sumbangan Queer Language Club (QLC) Jakarta dan Sanggar Teater Seroja berupa sembako dan uang tunai Rp 50.000 yang diberikan sepekan dua kali.
Bantuan itu dirasanya belum cukup untuk membayar berbagai tanggungan seperti sewa kontrakan/kost dan biaya lainnya. Karena itu ia bahkan terkadang menambah pendapatan dengan mengamen.
Baca Juga: Berbagi Masker di Jalan, Waria Kulon Progo Nyanyikan Lagu Berjudul Corona
"Kan tadinya saya juga kerja, cuma kan sekarang kerja juga berhenti kan, saya kerja di salon, jadi saya juga kalau misalnya gak ada distribusi barang kayak gitu saya juga ngamen," tuturnya.
Nurdiyansah atau akrab disapa Diyan dari Tim Gerakan #BantuanUntukWaria dari QLC Jakarta dan Sanggar Teater Seroja yang menyalurkan bantuan ke lokasi Indri juga menerima laporan diskriminasi serupa. Bahkan, dari 67 waria, hanya tiga orang yang didata sebagai penerima bantuan.
"Kita sudah coba mendorong, hanya beberapa dari teman-teman waria yang berhasil terdata tapi belum dapat. Lainnya dari 67, kayaknya kita cuma dapat 3 orang sampai 5 orang karena mereka punya KTP dan punya relasi," kata Diyan.
Diyan menjelaskan, kebanyakan dari Waria yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan karena masalah administrasi. Padahal, untuk seorang Waria, mengurus KTP bukanlah perkara mudah.
"Mereka emang persoalannya gak punya KTP, tapi mau urus surat domisili mereka mengalami stigma dan diskriminasi. Ini kan hak seseorang ya dia mau dipanggil apa. Jadi masalah administratif membuat hak mereka sebagai warga negara dilanggar. Hanya karena masalah administrasi," jelas Diyan.
Karena itu, ia menyayangkan tindakan diskriminasi dari berbagai pihak soal penyaluran bantuan ini. Menurutnya semua kalangan yang terdampak pandemi perlu dibantu tanpa pilih-pilih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba