Suara.com - Tiga belas orang di Penang, Malaysia, harus berurusan dengan Kepolisian Diraja setelah ketahuan tengah mengantre mencukur rambut di tengah aturan lockdown.
Untuk diketahui, Malaysia telah memberlakukan lockdown untuk memutus rantai penyebaran virus corona covid-19 sejak 31 Maret dan telah diperpanjang hingga 28 April mendatang.
Sebanyak 13 orang itu diciduk kepolisian Malaysia saat tengah menunggu giliran cukur rambut di salah satu barbershop yang secara diam-diam menerima pelanggan pada Senin (27/4/2020).
"Dari laporan masyarakat, petugas polisi menggerebek tempat tersebut," kata petugas kepolisian distrik Seberang Prai Utara, Penang, Noorzainy Mohd Noor, dilansir The Star, Selasa (28/4/2020).
Menurut Noorzainy, kepolisian Penang juga telah menangkap 20 orang lainnya dalam operasi menegakkan peraturan lockdown tersebut.
Semua orang itu kini ditahan dengan dalih melanggar Peraturan Nomor 6 tentang Pencegahan dan Pengendalian Regulasi Penyakit Menular 2020, Bagian 342 dan Bagian 269 KUHP.
Kepolisian Penang sangat gencar menggelar razia lockdown lantaran kota tersebut diketahui kembali mencatatkan dua kasus positif covid-19 pada Minggu (26/4/2020).
Padahal, 11 hari sebelumnya, pemerintah Malaysia menyatakan bahwa Penang telah menjadi zona hijau dari penyebaran Covid-19 lantaran tak mencatatkan kasus baru.
Baca Juga: Lockdown, Malaysia Laporkan Nol Kematian akibat Virus Corona
Berita Terkait
-
Anak Tak Ada yang Mau Jemput, Pria Tua Meninggal Sendirian di Rumah Sakit
-
Lockdown, Malaysia Laporkan Nol Kematian akibat Virus Corona
-
Langgar Aturan, Sedikitnya 19.434 Orang Ditangkap Selama Malaysia Lockdown
-
Viral Mobil Hantam Pasar Ikan Bikin Geger, Roda Sampai Injak Ikan-ikan
-
Efek Positif Wabah Corona, Air di Sungai ini Mendadak Jadi Jernih Kembali
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun