Suara.com - Sebanyak 6 sopir taksi Blue Bird positif virus corona berdasarkan hasil rapid test. Hal itu dipastikan Tim Gugus Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Keenam supir taksi Blue Bird itu dari perusahaan Blue Bird Mataram. Terkait dengan itu, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan COVID-19, sopir taksi Blue Bird positif virus corona itu harus menjalani isolasi di Wisama Nusantara atau LPMP NTB.
"Dari 34 sopir taksi yang sudah melakukan rapid test COVID-19, enam di antaranya dinyatakan reaktif. Sedangkan sisanya nonreaktif," kata Anggota Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Rabu.
Saat ini, satgas akan berkoordanasi dengan pimpinan Blue Bird agar mengistirahatkan sementara sopir taksi Blue Bird positif virus corona itu segera proaktif untuk isolasi diri guna menghindari terjadinya penularan ke warga lain.
"Setelah isolasi, ada dua cara apakah para sopir yang reaktif ini langsung diswab atau menunggu 7-10 hari untuk rapid test ulang. Itu tergantung dari kesiapan RSUD Kota Mataram," katanya.
Dikatakan, kegiatan rapid test COVID-19 bagi sopir taksi di Kota Mataram itu merupakan salah satu program jemput bola pemerintah kota dalam upaya memutus rantai penyebaran wabah COVID-19, terutama untuk klaster yang ada di Mataram.
"Untuk sopir taksi, jumlah sasarannya ditargetkan sekitar 430 orang orang. Namun yang menjalani rapid tes sampai saat ini belum mencapai 50 orang, padahal kegiatan rapid test di RSUD Mataram sudah dimulai sejak kemarin (Rabu 28/4)," katanya.
Terkait dengan itu, pihaknya berharap agar para sopir taksi bisa kooperatif dan membantu pemerintah melakukan percepatan penanganan wabah COVID-19 ini, apalagi pelayanan rapid test tersebut diberikan secara gratis.
"Itu merupakan salah satu bentuk pelayanan optimal kita ke masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Selain sopir taksi, sejumlah perusahaan ojek online (ojol) juga sudah kami surati untuk mengarahkan para pengendaranya melakukan rapid test COVID-19 di RSUD Mataram," katanya. (Antara)
Baca Juga: 2.000 Warga Jawa Barat Positif Virus Corona dari Rapid Test
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan
-
Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan
-
Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?
-
Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis
-
Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan
-
Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total
-
Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi
-
Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras
-
Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat
-
Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan