Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain membagikan foto Presiden Soeharto saat muda melalui akun Twitter pribadinya.
Dalam foto hitam putih tersebut, Soeharto terlihat sedang duduk sembari memegang cerutu.
Sebagai narasi, Tengku Zul lalu mengenang kebijakan di era pemerintahan Soeharto. Menurut Tengku Zul, ketika Soerhato berkuasa harga sembako dibanderol murah.
Bahkan harga sejumlah sembako secara transparan disampaikan kepada rakyat sehingga tidak ada yang berani ada berspekulasi.
"Saat bapak ini berkuasa sembako dan sembilan bahan pohok dibuat murah. Bahkan sampai harga telor, cabe keriting, garam, gula dibacakan pak Harmoko. Tidak ada yang berani spekulasi harga," cuit Tengku Zul lewat @ustadztengkuzul, seperti dikutip Suara.com, Rabu (29/4/2020).
Tengku Zul lantas membandingkan kebijakan era Soeharto tersebut dengan pemerintahan sekarang.
Ia menyentil sikap penguasa yang membagikan sembako gratis kepada warga dari dalam mobil.
Baginya, tindakan tersebut semestinya tak perlu dilakukan. Sebab, kata Tengku Zul, rakyat hanya membutuh harga sembako murah.
"Tidak perlu melemparkan sembako dari mobil dinas atau pribadi. Cukup buat harganya murah. Titik," sambungnya.
Baca Juga: BNPB Dinilai Lepas Tangan ke Karyawan Positif Corona Rapid Test
Sementara dalam cuitan selanjutnya, Tengku Zul pun kembali menyoroti peranSoeharto.
Ia menyebut Soeharto adalah sosok yang berhasil membuat Indonesia disegani oleh negara lain, karena kuat dalam berbagai sektor.
"Di zaman Bapak ini NKRI disegani dunia. Di ASEAN dianggap paling kuat dan senior. Dalam Olah Raga merajai ASEAN. Dalam bidang pendidikan ekpor guru ke Malaysia," ujar Tengku Zul.
Selain itu, Tengku Zul menambahkan, Soeharto mampu mendongkrat perekonomina bangsa, membangun pertahanan dan menciptakan pesawat. Untuk itu, ia merasa bangga.
"Militer Terkuat di Asean. Pasukan Garuda Bertugas ke penjuru Dunia. Ekonomi tumbuh 7% sd 8%. Mampu Buat Pesawat. Bangga...," tulis Tengku Zul memungkasi.
Unggahan Tengku Zul tentang sosok Soeharto itupun menarik perhatian warganet.
Berita Terkait
-
Anak Ibu RT dan Warga Jadi Tersangka karena Sembako, Polisi: Ributnya Lucu
-
Ribut Sembako Corona, Anak Ibu RT dan Warga di Koja jadi Tersangka
-
Salah Sasaran, Pemkot Jaktim Ambil Lagi 874 Paket Sembako dari Warga
-
'Menteri Tak Punya Udel', Julukan Wartawan untuk Ir Sutami
-
5 Fakta Ir Sutami Menteri 'Termiskin' di Indonesia, Prestasinya Fenomenal!
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas
-
Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei