- Tim gabungan Polda Metro Jaya membubarkan aksi balap liar remaja di kawasan Taman Mini, Jakarta Timur, Kamis dini hari.
- Polisi mengamankan puluhan remaja beserta sepeda motor tidak standar untuk didata dan diperiksa lebih lanjut di Polsek Cipayung.
- Kepolisian berkomitmen meningkatkan patroli rutin dan mengimbau orang tua agar memperketat pengawasan anak guna menjaga keamanan ketertiban masyarakat.
Suara.com - Aksi nekat sejumlah remaja yang hendak menggelar balap liar di kawasan Taman Mini, Jakarta Timur, berakhir di tangan polisi.
Tim gabungan dari Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya dan Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur membubarkan paksa kerumunan massa tersebut pada Kamis (14/5/2026) dini hari.
Pembubaran dilakukan saat petugas melakukan patroli rayonisasi KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) guna menyisir titik-titik rawan di wilayah Jakarta Timur.
Sebelum mencapai lokasi utama di Jalan Taman Mini, Pinang Ranti, petugas sempat menyisir jalur dari Jalan Nasional 2, Makasar, hingga Jalan Raya Tengah, Pasar Rebo.
Di lokasi penggerebekan, polisi mendapati puluhan pemuda yang tengah bersiap melakukan balapan.
Tak hanya membubarkan massa, petugas juga mengamankan sejumlah remaja beserta sepeda motor yang tidak dilengkapi pelat nomor serta kendaraan dengan kondisi tidak standar.
Seluruh remaja dan barang bukti kendaraan tersebut kemudian digelandang ke Polsek Cipayung untuk menjalani pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menegaskan bahwa patroli gabungan ini merupakan komitmen kepolisian dalam memberantas penyakit jalanan seperti tawuran, balap liar, dan kriminalitas dini hari lainnya.
“Patroli akan terus dilakukan secara rutin di titik-titik rawan guna mencegah gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Henik kepada wartawan.
Baca Juga: Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang
Selain tindakan tegas di lapangan, Polri juga melayangkan imbauan kepada para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari.
Hal ini penting untuk mencegah keterlibatan remaja dalam kegiatan yang membahayakan nyawa dan mengganggu ketertiban umum.
Henik juga meminta masyarakat untuk proaktif melaporkan segala potensi gangguan keamanan melalui Call Center Polri 110 yang siaga melayani laporan selama 24 jam penuh.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang
-
Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti
-
183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar
-
Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran
-
Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
-
Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran
-
Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?
-
Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand