Suara.com - Musisi Jerinx SID memberi komentar soal diskusinya dengan dokter Tirta Hudhi tentang teori konspirasi dan realita rumah sakit dalam pemberitaan virus corona di Indonesia.
Diskusi yang dilakukan pada Rabu (29/4/2020) itu berlangsung melalui siaran langsung Instagram mereka.
Namun, diskusi yang bertajuk Teori Konspirasi X Realita Rumah Sakit ini mengalami kendala teknis yang membuat uraian Jerinx tak bisa didengar baik oleh penonton maupun dokter Tirta.
"Saya tidak memaksa orang untuk percaya tentang teori konspirasi, tapi jangan percaya omongan saya, jangan percaya omongan Cipenk, dan omongan mainstream media, jangan dengerin media mana pun. Cari informasi sendiri," begitu bunyi pernyataan terakhir Jerinx sebelum akhirnya suaranya tak bisa didengar.
Diskusi pun berakhir dan Jerinx angkat bicara soal kejadian ini lewat Instagram-nya.
"Seperti yang kalian lihat, ketika Tirta berbicara sinyal baik-baik saja. Ketika saya mencoba membongkar teori konspirasi, sinyal langsung hancur," kata Jerinx (30/4/2020).
Ia mengaku bahwa kendala tersebut tidak sengaja dibuat oleh mereka.
Lebih lanjut, Jerinx kembali menyimpulkan pembahasan diskusi soal pemberitaan virus corona di Indonesia yang dianggapnya dibesar-besarkan media.
"Kita harus sama-sama menekan dan mengingatkan mainstream media untuk mengurangi narasi ketakutan mereka. Ingatkan mereka bahwa jurnalisme tugasnya bukan untuk menakut-nakuti rakyat," kata Jerinx.
Baca Juga: Diduga Depresi Saat Corona, Ibu dan Anak Nekat Berjemur Berjam-jam di Jalan
Sebelumnya, Jerinx berpendapat bahwa kepanikan atas virus corona di Indonesia sangat dipengaruhi oleh berita-berita di media mainstream.
Ia bahkan menginisiasi tagar #matikanTV untuk mengampanyekan agar masyarakat bisa meminimalisir konsumsi berita yang menimbulkan ketakutan soal virus corona.
Berita Terkait
-
Minta Orang Batalkan Puasa Pakai Rp 10 Juta, Pria Ini Ditegur Felix Siauw
-
Kenapa Ada Orang Percaya Teori Konspirasi? Berikut Penjelasan Psikologisnya
-
Jerinx SID Bersedia Disuntik Virus Corona
-
Jerinx SID Unggah Keluhan Warga Klaten Soal Corona, Begini Respon Dinkes
-
Penelitian Terbaru: Wabah Corona di Indonesia Berakhir 7 September 2020
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Mantan Artis F Jalankan Sindikat Love Scammer Internasional di Solo, Tipu Rp 41 Miliar
-
Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus
-
Wamen HAM Soal Vonis 10 Bulan Prajurit TNI dalam Kasus MHS: Publik Berhak Mempertanyakan
-
Bobby Nasution Puji Kemenangan Timnas U19, Atmosfer Stadion Utama Sumut Jadi Kekuatan
-
Jemaah Haji dari Tuban Ini Berbagi: Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah yang Tenang
-
Balas Kritik Dino Patti Djalal, Seskab Teddy: Diplomat Hebat Walau Hanya Menjabat 3 Bulan
-
Lawan Tuntutan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi Kasus Chromebook Hari Ini!
-
Molor! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Baru Bisa Dibuka Bertahap, Ini Jadwal Terbarunya
-
Kebakaran Kebon Kosong: 3 Warga Terluka, Suparno Dirujuk ke RSCM usai Rumah Ludes
-
Rumah Ludes Dalam Sekejap, 620 Warga Korban Kebakaran Kebon Kosong Mengungsi