Suara.com - Pemerintah Kota Beijing, China, menurunkan status darurat wabah COVID-19 dari level I ke level II sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan akan menyesuaikan.
"Tindakan tegas terhadap pelancong domestik dan mancanegara yang datang ke wilayah Ibu Kota ini dan kontrol terhadap masyarakat untuk mencegah risiko infeksi ternyata efektif," kata Deputi Sekretaris Jenderal Kota Beijing Chen Bei kepada pers, Rabu (29/4/2020).
Wabah di Beijing, lanjut pejabat perempuan itu, secara umum sudah dapat diatasi.
Hingga Selasa (28/4/2020), 15 dari 16 distrik di Beijing tidak ada laporan mengenai warga lokal yang terinfeksi dalam tempo lebih dari 36 hari.
Distrik Chaoyang yang sebelumnya masuk kategori wilayah berisiko tinggi COVID-19 tidak ada kasus baru lagi dalam 14 hari terakhir hingga Kamis (30/4/2020). Ini berarti status risiko tinggi Chaoyang akan segera dicabut.
Pada 14 April di Beijing terdapat satu kluster yang melibatkan empat anggota keluarga tertular dari seorang pelajar setempat yang baru pulang dari Miami, Florida, Amerika Serikat.
Chen juga mengumumkan bahwa orang-orang yang bepergian dari Beijing untuk perjalanan bisnis atau pelancong yang datang ke Beijing dari daerah berisiko rendah tidak perlu menjalani karantina selama 14 hari. Kebijakan ini berlaku mulai Kamis (30/4/2020).
Masyarakat yang hendak menginap di hotel juga tidak perlu menjalani tes selama memiliki kode hijau yang didapat dengan cara memindai aplikasi kesehatan sebagai indikasi bahwa yang bersangkutan tidak memiliki gejala COVID-19.
Qunar, penyedia jasa layanan wisata berbasis elektronik di China, menyebutkan bahwa pemesanan tiket dari Beijing naik 15 kali lipat setengah jam setelah pengumuman dari pemerintah kota Beijing tersebut.
Baca Juga: Hobi Caci Maki, Pelatih AS Diskors 8 Tahun
Dikutip Beijing News, Direktur Populasi dan Ekonomi Buruh di Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial China, Chen Qiulin mengatakan penurunan status ini akan mengurangi perasaan khawatir masyarakat yang hendak bepergian sehingga dapat mendongkrak tingkat konsumsi.
Hingga hari Selasa (28/4/2020), tidak ditemukan kasus baru dalam 28 hari di 23 provinsi dan kota setingkat provinsi di China.
Sebanyak 28 provinsi dan kota setingkat provinsi juga telah menurunkan status darurat setelah tidak ada penambahan kasus.
Pemerintah China menetapkan empat status darurat kesehatan dalam menyikapi COVID-19, yang tertinggi level I dan terendah level IV.
Dua daerah tetangga Beijing, yakni Provinsi Hebei dan Kota Tianjin, juga telah menurunkan status dari level I ke level II sejak Kamis pagi. Dengan demikian hanya Provinsi Hubei yang masih tetap pada level I.
Sementara itu, beberapa warga di China bersiap melakukan liburan Hari Buruh mulai Jumat (1/5/2020) hingga 5 Mei 2020.
Berita Terkait
-
Di Mana Rusia dan China Saat AS-Israel Gempur Iran?
-
Dunia Memanas: Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran
-
Update Konflik Iran: Ayatollah Khamenei Gugur, China dan Rusia Gelar Pembicaraan Darurat
-
5 Drama China yang Dibintangi Chen Duling sebagai Peran Utama
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi Ungkap Rantai Kekerasan Jerat 709 Tahanan Politik Muda Indonesia
-
KPK Sita 5 Mobil Mewah dan Bukti Elektronik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT
-
Memperingati International Womens Day 2026, API Serukan Perlawanan atas Penghancuran Tubuh
-
KPK Bongkar Alasan Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ternyata Ada Bukti Ini!
-
Fadia Arafiq Mengaku Sedang Bersama Ahmad Luthfi Saat OTT, Begini Respons KPK
-
Drama OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: Hampir Lolos, Tertangkap di SPKLU Tengah Malam
-
Menag Soroti Pasal Aliran Sesat di KUHAP, Minta Definisi dan Kriteria Diperjelas
-
KPK Sebut Uang Korupsi Fadia Arafiq Bisa Buat 400 Rumah hingga Bangun 60 KM Jalan di Pekalongan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Kuasa Hukum Gus Yaqut: Tersangka Korupsi Tanpa Kerugian Negara Ibarat Pembunuhan Tanpa Korban!