Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melontarkan janji manis kepada warganya di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19.
Setelah berjanji membagikan paket bantuan, kini Anies berjanji memberikan masker kain kepada seluruh warga DKI tiap pekan.
Anies mengatakan, hal tersebut melalui akun resmi facebooknya. Ia menjelaskan, tiap orang di DKI berhak untuk menerima dua helai masker kain tiap pekan. Tujuannya untuk mencegah penularan virus corona Covid-19 di antara warga.
"20 juta masker kain ini akan dibagikan setiap minggu kepada seluruh warga di Jakarta,"ujar Anies dalam keterangannya di akun facebook, Jumat (1/5/2020).
Mantan Mendikbud ini juga menyatakan, tujuan program tersebut untuk mendorong perekonomian warga ibu kota.
Lantaran, 20 juta masker kain disebutnya berasal dari para penjahit di perkampungan lima Kota dan Kabupaten Administrasi di Jakarta.
"Masker kain ini dibuat oleh 1.526 industri kecil menengah (IKM) dan usaha kecil menengah (UKM) binaan yang bergerak di komoditi fesyen," kata Anies.
Selain itu, bahan masker kain ini juga disebutnya aman karena sesuai dengan standar masker untuk mencegah corona.
"Semuanya memakai bahan yang sesuai standar, dan lapisan yang cukup sehingga insyaAllah aman digunakan untuk pencegahan penularan Covid-19," tuturnya.
Baca Juga: Tak Pakai Masker di Sukabumi, Sanksi Baca Doa Corona Cepat Hilang Menanti
Sejauh ini, masker yang mulai distribusi berjumlah 1,5 juta pieces. 500 ribu sisanya, masih dalam tahap produksi dan baru rampung akhir Mei ini.
Nantinya pembagian akan dilakukan oleh perangkat setempat seperti Kelurahan hingga RT dan RW. Masyarakat hanya perlu menunggu di rumah dan diantarkan masker.
"Pembagiannya melalui Kelurahan, kemudian ke RW/RT, lalu ke setiap Kepala Keluarga yang ada di Jakarta," katanya.
Pada janji sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Bansos akan dikirim tiap pekan kepada 1,2 juta Kepala Keluarga.
Ia mengatakan hal ini saat mengumumkan Peraturan Gubernur tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Namun Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara Aji Antoko selaku pihak yang melakukan distribusi Bansos mengatakan bantuan dijadwalkan dikirim ke tiap kelurahan dua pekan sekali.
Berita Terkait
-
Tak Pakai Masker di Sukabumi, Sanksi Baca Doa Corona Cepat Hilang Menanti
-
Lebih Pilih Beli Beras, Pedagang Masker Kini Menjerit
-
Sudah Molor, Bansos Anies Sedikit, PDIP: Warga 2 Kali Kecewa
-
Anies Sempat Ungkap Bansos Isi Daging Ayam, Fraksi PDIP DPRD: Bikin Bingung
-
Gubernur Anies Akan Bagikan 20 Juta Masker Gratis, PSI: Buang-buang Waktu
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara