Akhirnya disepakati bantuan yang diberikan tak lagi berupa makanan siap saji, namun bahan kebutuhan pokok yang dibagikan setiap seminggu sekali.
"Dapur umum di tempatku beralih jadi tempat kumpul bantuan," ujarnya.
Meski dalam kondisi serba terhimpit, Atha mengaku mendapat hikmah tersendiri di tengah wabah virus corona. Sebab, meski jasa riasnya sepi pelanggan, namun dia mendapat sedikit rezeki dari mengelola dapur umum, meski jumlahnya pun tak banyak.
Sementara teman-teman transpuan lain yang mencari nafkah sebagai pengamen pada masa epidemi Covid-19 ini hanya mendapat pemasukan paling banter Rp50.000 per hari.
Rikky Muhammad Fajar, Ketua Sanggar Seroja yang mendampingi lebih dari 80 transpuan di Jakarta Barat mengungkapkan kelompok transgender kehilangan 70% pendapatannya selama pandemi.
"Mereka yang tadinya merias kehilangan pekerjaan sama sekali dan beberapa yang merias akhirnya mengalihkan profesi jadi pengamen. Pas pengamen sekarang juga sulit sekali, biasanya mereka dapat Rp100 ribu per hari, sekarang kehilangan 70% penghasilannya," jelas Rikky.
Pembatasan akses menyebabkan mayoritas transpuan tidak mendapatkan penghasilan sehingga tak mampu memenuhi kebutuhan dasar harian, termasuk makan.
Atas pertimbangan itulah Sangar Seroja menginisiasi membantu trans puan di Jakarta Barat, khususnya di Kampung Duri, Kali Anyar, dan Kerendeng Raya dengan membagikan makanan siap saji sejak akhir Maret silam.
'Hidup seperti orang yang mati perlahan-lahan'
Baca Juga: Pasangan Transgender Punya Anak, Jadi yang Pertama di Inggris
Sementara, Yulianus Rettblaut, yang merupakan Ketua Forum Komunikasi Waria Indonesia dan mengelola rumah singgah bagi para transpuan lansia di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa virus corona membuat kondisi mereka yang sebelumnya sudah terpuruk menjadi kian terpuruk.
Transpuan yang akrab disapa Mama Yuli ini menuturkan kehidupan transpuan lansia di tengah pandemi kian miris karena hilangnya mata pencaharian dan ruang gerak yang kian sempit. Apalagi, mereka berpotensi diusir dari rumah kontrakan jika tidak bisa membayar uang sewa.
"Jadi aku pikir sih semakin terpuruk banget. Bukan hanya terpuruk, tapi dobel terpuruk keadaan teman-teman," tutur Yuli.
"Hampir 80-90% tuh teman-teman merasa kehidupannya istilahnya mereka hidup seperti orang yang mati berlahan-lahan," imbuhnya.
Yuli menjelaskan, saat ini rumah singgah mendampingi sekitar 831 transpuan berusia sekitar 50-90 tahun. Akan tetapi, hanya 18 orang yang kini tinggal di rumah singgah, kebanyakan dari mereka bekerja sebagai pengamen, tukang urut dan bekerja di salon.
Imbas dari pandemi Covid-19, Yuli terpaksa menutup salonnya yang berlokasi di Cilandak, Jakarta Selatan yang sudah beroperasi selama 20 tahun.
Berita Terkait
-
Pasangan Transgender Punya Anak, Jadi yang Pertama di Inggris
-
Polisi Tangkap Pelaku Pembakar Transgender Mira di Cilincing
-
Psikiater Ungkap Alasan Jadi Transgender, Virus Corona Tewaskan 1.491 Orang
-
60 Ribu Orang Terinfeksi Virus Corona, Dampak Terapi Hormon Transgender
-
Terapi Hormon Transgender Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental, Benarkah?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran