Suara.com - Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio menyatakan bahwa akan sangat sulit memprediksi puncak atau akhir pandemi virus corona secara nasional di Indonesia, karena setiap daerah memiliki kapasitas yang berbeda dalam penanganannya.
Amin menyebut hal ini sebagai fenomena "menekan balon" yang berarti saat kita fokus menekan angka penyebaran di satu daerah justru muncul kenaikan kasus di daerah lain.
"Yang saya khawatirkan adalah fenomena kita menekan balon, jadi kita tekan di sini kemudian muncul di tempat lain, ini dipengaruhi oleh pergerakan manusia karena yang menyebarkan virus ini bukan dibawa angin atau barang, tetapi justru pergerakan manusia," kata Amin dalam diskusi virtual Crosscheck dari Medcom, Minggu (3/5/2020).
Amin mencontohkan, jika kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di DKI Jakarta sudah cukup efektif menekan pergerakan orang hingga 60 persen. Namun di daerah sekitarnya seperti Jawa Barat dan Tangerang penerapan PSBB belum efektif, maka penyebaran di daerah ini akan terus meningkat.
"kita khawatir akan terjadi rebound, akan terjadi second wave, ketika mereka kembali ke Jakarta saat PSBB dihentikan dan masuk ke Jakarta lagi itu juga berpotensi (meningkat lagi)," katanya.
Oleh sebab itu, Amin mengusulkan bahwa PSBB harus benar-benar diterapkan secara ketat di seluruh daerah yang sudah berstatus PSBB agar penurunan angka kasus semakin menurun dan tidak terjadi penambahan epicentrum baru di Indonesia akibat pergerakan manusia yang melanggar PSBB.
Dalam diskusi yang sama, sebelumnya Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono menyatakan bahwa penerapan PSBB di Jakarta sudah menekan angka pergerakan orang hingga 60 persen, sementara di wilayah lain masih di bawah 50 persen.
Berita Terkait
-
Pakai Pesawat Jet, Militer India Ucapkan Terima Kasih Pada Petugas Medis
-
Karyawan HM Sampoerna Positif Corona, Apakah Rokoknya Aman?
-
CEK FAKTA: Benarkah 4.000 Alat Rapid Test di Bali Tak Direkomendasi BNPB?
-
Arus Tol Cipali Lengang, Begini Penampakanya
-
Perangi COVID-19, Uni Emirat Arab Kirim Bantuan 7 Ton Alat Medis ke India
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro
-
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru
-
Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap
-
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat
-
Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar