Namun tetap saja, mereka harus mengencangkan ikat pinggang. Sulhan menjelaskan: "Dulu harimau benggala itu yang besar dikasih 10 kg daging per dua hari jadi sehari puasa, sehari makan dengan komposisi 50% daging sapi dan 50% daging ayam."
"Nah sekarang sudah dikurangi menjadi 8 kg 5 kg daging ayam, sisanya daging sapi untuk menekan bujet pakan."
Para perawat satwa juga "harus kreatif", kata Sulhan. Mereka diminta menggunakan sumber pakan alternatif. Salah satunya, pohon bambu yang ada di sekitar wilayah kebun binatang.
Daun dan pucuk dari pohon bambu itu dijadikan pakan tambahan untuk gajah, selain rumput yang merupakan pakan utama mereka. "Kita punya dua gajah yang sangat suka makan daun bambu. Kan lumayan menambal pakan yang ada," kata Sulhan.
Berdasarkan survei Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) terhadap 60 anggotanya, lebih dari 90% kebun binatang di Indonesia tidak mampu bertahan memberi makan satwa lebih dari satu bulan. Sedangkan hanya sekitar 5% yang mampu menyediakan pakan hingga tiga bulan. Sisanya bisa lebih dari itu.
Sekretaris Jenderal PKBSI Tony Sumampau mengatakan, banyak kebun binatang sudah tutup sejak pekan kedua Maret.
Menurut Tony, kebun binatang yang menjadi anggota PKBSI memang diharuskan menyimpan dana cadangan untuk jaga-jaga bila ada bencana, "tapi rata-rata mereka mempersiapkan itu hanya untuk satu bulan, dua bulan".
Sementara itu, kebijakan pembatasan di Indonesia sudah hampir menginjak dua bulan dan akan berlaku sampai setelah hari raya Idul Fitri.
PKBSI telah menyarankan agar kebun binatang melakukan berbagai "penyesuaian". Salah satunya dengan mengurangi jatah pakan.
Baca Juga: 5 Hewan Ini Sudah Ada Sebelum Dinosaurus
"Untuk harimau itu biasa enggak usah tiap hari makan, boleh satu minggu itu dipuasakan satu hari. Mereka juga di alam enggak tiap hari makan kan.
"Tapi dengan bulan kedua ini, bulan kedua ini kami juga menyarankan bagaimana coba dikurangi. Seminggu dipuasakan dua hari, sehingga bisa menghemat biaya pakan," tutur Tony.
Jika penutupan ini berjalan lebih dari dua bulan, Tony melanjutkan, maka terpaksa satwa-satwa herbivora yang usianya sudah tua dikorbankan untuk para karnivora.
"Sesuai permintaan dari kementerian, coba usahakan satwa-satwa yang tidak dilindungi, satwa-satwa yang mudah berkembang biak, itu mungkin alternatif pertama dulu," ujarnya.
Menurut PKBSI, terdapat hampir 5.000 jenis satwa yang menjadi koleksi seluruh kebun binatang yang menjadi anggotanya. Beberapa di antaranya tergolong spesies endemik Indonesia seperti anoa, harimau Sumatera, tapir, dan orang utan. Adapun jumlah populasi total satwa di seluruh kebun binatang adalah sekitar 70.000 ekor.
Khawatir kesejahteraan hewanPengamat satwa liar dan lingkungan dari Institut Pertanian Bogor, Profesor Hadi Alikodra, mengkhawatirkan kelangsungan hidup spesies-spesies satwa liar di kebun binatang pada masa wabah ini. Ia mengatakan, hilangnya pemasukan kebun binatang bisa berdampak pada kesejahteraan satwa.
Berita Terkait
-
Penutupan Berkepanjangan Bandung Zoo Dinilai Picu Kebocoran PAD dan Praktik Tak Resmi
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
Pameran Haluan Merah Putih Hadir di Ragunan
-
Libur Natal, Puluhan Ribu Wisatawan Serbu Kebun Binatang Ragunan
-
Ragunan Buka Lebih Pagi Selama Nataru, Tiket Cuma Rp4 Ribu dan Ada Atraksi Spesial
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden