Suara.com - Sejumlah peneliti dari Universitas Bonn memprediksi jumlah kasus virus corona baru Covid-19 di Jerman 10 kali lebih banyak dibandingkan data resmi yang dikeluarkan pemerintah.
Dalam hasil studi pendahuluan yang belum dipublikasikan dalam jurnal ilmuah, para peneliti mengingatkan bahaya infeksi dari seseorang pembawa virus yang tidak menunjukkan gejala virus corona.
Peringatan tersebut diberikan setelah Jerman mengumumkan kebijakan baru pada Sabtu (2/4/2020) yakni menghapus pembatasan sosial di museum, salon, gereja hingga membuka pabrik-pabrik mobil di bawah pemantauan.
Tim penelitian yang di pimpin oleh peneliti medis Hendrik Streeck dan Gunther Hartmann menyimpulkan sekitar 1,8 juta orang yang tinggal di Jerman diduga telah terinfeksi virus corona. Angka tersebut 10 kali lebih besar dibandingkan jumlah kasus yang dikonfirmasi oleh pemerintah sebanyak 160.000 kasus.
"Hasilnya dapat membantu meningkatkan model untuk menghitung penyebaran virus corona. Sejauh ini, data yang mendasarinya relatif lemah," ujar Hartmann dialihbahasakan dari Channel News Asia, Senin (4/5/2020).
Para peneliti menganalisis 919 sampel darah dan cairan hidung yang dilakukan secara acak di Kota Heinsberg yang berbatasan dengan Belanda, salah satu wilayah dengan angka kematian tertinggi di Jerman.
Dari hasil penelitian tersebut,peneliti menemukan fakta mengejutkan bahwa satu dari lima orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.
Merujuk pada data Worldometer, per Senin sore jumlah kasus virus corona di Jerman mencapai 165.664 kasus dengan angka kematian mencapai 6.866 kasus dan angka kesembuhan mencapai 132.700 kasus.
Sementara itu, jumlah kasus virus corona di Indonesia hingga Senin siang mencapai 11.587 kasus dengan angka kematian mencapai 864 kasus dan angka kesembuhan sebesar 1.954 kasus.
Baca Juga: Diam-diam Harry dan Meghan Markle Masih Gunakan Kata Sussex Royal!
Berita Terkait
-
Mahfud Umbar Soal Relaksasi PSBB, PKS: Ucapan Pemerintah Bikin Warga Stres
-
Jepang Perpanjang Status Darurat, Fujitani: Tenaga Medis Sudah Stres Berat
-
Italia Longgarkan Aturan Lockdown, Warga Cemas Gelombang Kedua Virus Corona
-
Ngadu ke DPR, Menkeu: Jatuhnya Sektor Manufaktur RI Harus Kita Waspadai
-
Peneliti: 4 Alasan untuk Tidak Percaya Virus Corona dari Laboratorium Wuhan
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
Terkini
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung
-
Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz
-
Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung
-
Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang
-
Bisa Menang Praperadilan! Mahfud Bongkar Celah Hukum di Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Korban Jiwa Berjatuhan dari Hujan Bom Amerika Serikat, Lumpuhkan Fasilitas Air Iran
-
Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar
-
AS Target 2 Kota Besar di Khuzestan, Jantung Minyak Iran
-
Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar