Suara.com - Pemprov DKI Jakarta telah memangkas sebagian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020. Penyebabnya adalah merebaknya virus corona atau Covid-19.
Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian Noevrianto mengatakan corona telah membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI menurun drastis. Akhirnya APBD harus mengalami penyesuaian.
Ardian menyebutkan anggaran yang harus dipangkas seperti untuk keperluan belanja pegawai sebesar Rp 24,19 triliun. Anggaran yang biasa digunakan untuk gaji dan tunjangan PNS ini dipangkas menjadi Rp 5,05 triliun.
"Belanja Pegawai semula Rp 24,19 triiun menjadi Rp 19,14 triliun," ujar Ardian saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2020).
Pemangkasan lainnya juga terjadi pada dana untuk belanja barang/jasa yang berjumlah Rp 23,67 triliun. Ardian menyatakan lebih dari setengah nilainya dipotong, yakni sebesar 12,45 triliun.
Lalu anggaran lainnya yang dipangkas adalah untuk belanja modal dari Rp 16,08 triliun menjadi 500 miliar.
"Terakhir belanja lainnya semula Rp 28,89 triliun menjadi Rp 4,89 triliun," jelasnya.
Pemangkasan ini, kata Ardian, tak hanya untuk penyesuaian PAD saja. Ada juga dana yang dialihkan sebesar Rp 10,77 triliun untuk penanganan corona di ibu kota.
Ia menjelaskan rinciannya adalah Rp 2,67 triliun untuk penanganan bidang kesehatan, Rp 7,6 triliun untuk jaring pengaman sosial, dan Rp 500 miliar untuk penanganan dampak ekonomi.
Baca Juga: 3 Jenis Usaha Ini Kebal dari Hantaman Corona, Malah Untung Banyak
Berita Terkait
-
Di Tengah Wabah Corona, APBD 2020 Jakarta Sudah Terpotong 53 Persen
-
Anies Teken Kepgub Perpanjangan Tanggap Darurat, Biaya Ditanggung APBD
-
Jokowi Minta APBN dan APBD Disunat untuk Wabah Virus Corona
-
Lawan Corona, Mendagri dan Menkeu Izinkan Pemda Revisi APBD
-
Parah! Cuma Jember yang Belum Punya APBD 2020
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi