Suara.com - Amerika Serikat kini menjadi negara dengan kasus positif COVID-19 paling banyak di dunia. Setidaknya ada lebih dari 1,2 jiwa terpapar virus corona dan 69 ribu diantaranya meninggal.
Virus corona terus menyebar ke berbagai wilayah di Amerika Serikat, termasuk Pesisir Timur Virginia dan Maryland. Hal tersebut yang menjadi momok bagi sebuah teluk kecil di Amerika Serikat yakni Chesapeake Bay.
Teluk Chesapeake Bay tersebut dikelilingi negara bagian Maryland dan Virginia yang berbatasan langsung dengan daratan kedua negara bagian tersebut.
Seorang warga teluk Chesapeake Bay, Inez Pruitt menyatakan kekhawatirannya jika sampai teluk tempat ia tinggal ikut terpapar virus coronna.
"Saya rasa jika kami terpapar COVID-19, akan sangat menghancurkan," ujar Pruitt yang berprofesi sebagai asisten dokter di salah satu klinik kesehatan pulau tersebut.
"Di pikiran saya, itu (tepapar COVID-19) berpotensi cukup besar. Saya hanya berharap kepada Tuhan agar tidak terjadi," ungkap Pruitt dikutip dari AP News.
Pulau yang berpenduduk kurang dari kurang dari 500 orang tersebut hingga kini melaporkan nol kasus virus corona. Meskipun satu sekolah dan dua gereja telah ditutup, kehidupan masyarakatnya masih berjalan normal.
Para nelayan, yang menjadi mayoritas pekerjaan dan penopang perekonomian, masih menarik pot rajungan dan menjualnya ke konsumen.
Orang-orang di pulau Tangier sudah mengenakan masker sebagai bentuk pencegahan. Sebagian besar orang di pulau itu juga sudah berlatih menjaga jarak sosial dan berhenti saling mengunjungi.
Baca Juga: China Ejek Penanganan Covid-19 Amerika Serikat Lewat Animasi di Youtube
Walikota pulau tersebut menyatakan masih berada di tempat aman, meski demikian ia sudah melarang kunjungan ke teluk Chesapeake dan pulau Tangier sebagai bentuk isolasi.
"Sepertinya kita berada di tempat yang aman. Kami merasa lebih terlindungi," kata Walikota James "Ooker" Eskridge.
Jika pulau tersebut tepapar virus corona, penyebarannya akan sangat cepat. Terlebih lagi, di pulau tersebut belum ada dokter tetap yang tinggal di pulau Chesapeake.
Saat ini, hanya seorang dokter yang biasanya berkunjung ke pulau setiap minggu. Terlebih sekitar 40% penduduk Tangier berusia lebih dari 60 tahun dan lebih rentan terhadap virus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!
-
Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
-
ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan