Suara.com - Meninggalnya sang maestro campursari Didik Prasetyo atau Didi Kempot meninggalkan dukacita mendalam bagi para sahabat.
Blontank Poer salah satunya, membagikan kenangan mengenai sosok Didi Kempot yang dijuluki Sobat Ambyar sebagai The Godfather of Broken Heart.
Melalui akun Facebook pribadinya, Blontank Poer mengaku sempat terkejut mendengar kabar kematian sahabatnya tersebut. Terlebih semasa hidup, Didi Kempot tidak pernah mengeluh sakit apapun.
Ia bercerita bahwa malam sebelum meninggal, Didi Kempot masih beraktivitas seperti biasa. Namun, pagi harinya dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.
"Sejak kemarin siang di Solo, malah menungguin Mas Ige ngedit videoklip sampai sekitar jam 21-an. Hingga tadi pagi, dapat kabar Mas Didi dilarikan ke RS Kasih Ibu, dan dan dinyatakan wafat sebelum sampai UGD," tulis Blontank Poer, seperti dikutip Suara.com, Rabu (6/5/2020).
Sebagai orang sahabat, Blontank Poer turut menyesalkan sikap sejumlah orang yang mempertanyakan agama Didi Kempot tak lama setelah kabar kematiannya.
Ia menegaskan, Didi Kempot adalah seorang muslim yang memiliki hati mulia.
"Buat yang masih meragukan siapa Mas Didi, beliau adalah seorang muslim yang dermawan," tandasnya.
Bahkan, menurut penuturan Blontank Poer, Didi Kempot juga membangun sebuah masjid yang diperuntukkan sebagai hadiah kepada istrinya.
Baca Juga: Jangan Malu Pedikur! Ini 4 Manfaat Perawatan Kaki untuk Pria
"Dia juga membangun masjid di Ngawi, sebagai hadiah kepada istrinya yang selalu dia banggakan sebagai ahli wirid dan senang pengajian," sambungnya.
Blontank Poer lalu menuliskan ucapan yang sering disampaikan oleh Didi Kempot tentang kebaikan istrinya.
""Kalau bukan karena banyak wiridan Mbak Putri (istrinya), mungkin saya tidak sekuat sekarang, Mas. Alhamduillah selalu diparingi sehat dan kuat oleh Gusti Allah, kata Mas Didi dalam berbagai kesempatan, kepada saya," tulis Blontank Poer.
Cerita dari sahabat mengenai sosok Didi Kempot ini kemudian dibagikan ulang oleh pengamat musik Adib Hidayat melalui akun Twitter pribadinya @AdibHidayat.
Dalam narasi cuitanya, Adib Hidayat mengirimkan doa untuk kepergian Didi Kempot.
Untuk diketahui, Didi Kempot meninggal dunia di usia 53 di Rumah Sakit Kasih Ibu, Surakarta Selasa (5/5) sekitar pukul 07.25 WIB.
Berita Terkait
-
5 Berita Hits Bola: Seksinya Alena Seredova Mantan Istri Buffon
-
Best 5 Oto: Lagu Klangenan Didi Kempot, Antisipasi Kaca Mobil dr Tirta
-
Mutia Ayu Ungkap Glenn Fredly Ingin Gelar Konser Bareng Didi Kempot
-
Didi Kempot Meninggal, Dirly Idol: Karyanya Sangat Keren
-
Berkat Didi Kempot, Tiara Idol Jadi Dikenal Masyarakat
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter