Suara.com - Polri mencatat masih banyak warga yang memaksakan diri untuk mudik ke kampung halamannya di tengah kondisi pandemi virus corona covid-19, berbagai cara dilakukan untuk mengelabuhi petugas termasuk menggunakan truk molen.
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, ada beberapa modus yang digunakan pemudik agar lolos dari pemeriksaan petugas di larangan, mulai dari truk dimodifikasi agar dapat mengangkut pemudik hingga pemudik yang nekat masuk ke dalam truk molen.
"Ada yang lolos ke daerah mereka tidak lewat jalan arteri (tapi lewat) jalan tikus, Ada truk yang dimodif angkut orang, dan enggak disangka juga masuk ke tempat (truk) molen, ke bagasi dan sebagainya," kata Argo dari Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Meski begitu, Argo tidak merinci di daerah mana ditemukan orang yang nekat menggunakan truk molen untuk mudik.
Tak hanya itu, Argo juga menyebut petugas banyak menemukan agen travel yang nakal masih mengangkut penumpang untuk mudik.
Setidaknya hingga hari ini polisi sudah mengamankan 15 sopir travel yang nekat mengangkut pemudik berjumlah 113 orang
"Ini terkait kegiatan mudik ilegal, travel juga melakukannya," jelasnya.
Para pemudik itu langsung dipulangkan kembali, sementara para sopir travel dikenakan pasal Undang-Undang Jalan Raya.
Argo menegaskan bahwa setiap warga negara harus mengikuti peraturan pemerintah terutama larangan mudik demi mencegah penyebaran virus COVID-19 di Indonesia.
Baca Juga: Kesal Tak Diberi Pekerjaan, Remaja 16 Tahun Nekat Bakar Truk
Saat ini saja tercatat sudah 34 provinsi dan 350 kabupaten/kota yang terinfeksi virus corona, angka ini akan semakin meningkat jika warga tetap memaksakan diri mudik.
Berita Terkait
-
Ini Daftar Syarat Kalau Anda Ingin Bepergian pada Masa Larangan Mudik
-
Jelang Lebaran Tahun Ini, Apa yang Terjadi dengan Rental Mobil?
-
Masih Nekat Mudik, Mulai Besok Dikenai Denda Rp100 Juta
-
Operasi Ketupat 2020, Ini Data Tujuh Polda Halau Kendaraan Pemudik
-
Nekat, Suryono Sembunyikan Mobil dalam Truk Demi Mudik ke Lampung
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Kejaksaan RI Buka Lelang, 400 Aset Sitaan Bakal Ditawarkan ke Publik
-
Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah
-
Wacana KTP Hilang Bakal Kena Denda, Dukcapil: Bukan untuk Memberatkan Warga
-
Bertahan di Pasar Santa Jaksel, Toko SobaSoba Tawarkan Pakaian Vintage Penuh Cerita
-
Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama
-
Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati
-
Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan
-
Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi
-
1,4 Juta Lowongan Kerja di Koperasi Desa Merah Putih, Seberapa Realistis?
-
Dulu Kiblat Kawula Muda Jakarta, Pasar Santa Kini Berubah Sunyi