Suara.com - Para ahli astronomi sedang sibuk belakangan ini. Akhir April lalu mereka sibuk melihat hilal yang menandai awal bulan Ramadan. Sekali lagi ini akan dilakukan menjelang akhir Ramadan.
Tapi masih banyak yang bisa diamati di langit malam hari.
Jika tak percaya, lihatlah sendiri ke angkasa di malam hari. Bulan sabit, Planet Jupiter dan Planet Venus seperti ingin bermain dengan kita.
Di manapun Anda berada di dunia salah satu buah dari pembatasan gerak secara global, atmosfer Bumi menjadi lebih terang, tak terganggu polusi, jadi kita bisa melihat langit malam dengan lebih jelas.
Apakah kita tinggal di kota, di daerah industrial atau di tempat yang tenang di pedalaman, jika cuaca sedang cerah, maka pengamatan terhadap bintang akan menyenangkan.
Keluarlah di malam hari, dan manfaatkan sebaik-baiknya. Berikut adalah beberapa yang bisa kita temukan.
Senyuman di langit
Fenomena ini lebih mudah terlihat bagi kita yang tinggal di dekat khatulistiwa.
Ini adalah salah satu contoh terbaik “mekanisme bekerjanya sistem tata surya,” kata Ed Bloomer, ahli astronomi yang bekerja di Greenwich Planetarium.
Baca Juga: Berdasarkan Zodiak, Ini Pilihan Kegiatan yang Cocok Buatmu Selama Karantina
Karena Bumi dan Bulan berada di orbitnya masing-masing, bulan sabit pada bulan Mei bisa terlihat seperti senyum raksasa di cakrawala, tergantung di mana kita berdiri.
Namun yang akan membuat fenomena ini sangat spesial adalah berkat adanya dua planet paling terang, Venus dan Jupiter, yang terlihat di atas bulan sabit, dan memberi kesan bahwa keduanya menjadi “mata” yang melengkapi senyum si bulan sabit.
Tata surya seperti sedang tersenyum kepada manusia di Bumi.
Untuk pengamatan yang ideal, silakan lihat dari jendela atau tempat terbuka pada tanggal 16 Mei, dan tetap waspada karena fenomena ini terjadi tidak terlalu lama sesudah matahari terbenam.
“Gampang terlewat,” kata Bloomer mengingatkan.
Sekalipun ini merupakan peristiwa yang jarang terjadi, tetapi bukan sesuatu yang tak biasa.
Ini pernah terjadi di sebagian Asia tahun 2008, dan terlihat di Australia dan Amerika Utara pada tahun 2012.
Namun jika memang kita terlewat fenomena ini, jangan khawatir. “Masih banyak yang bisa dilihat di luar,” kata Ed Bloomer.
Segitiga musim panas
Kalau kita tinggal di bumi belahan utara, Segitiga Musim Panas adalah salah satu sumber kegembiraan astronomi, serta bisa digunakan untuk menjadi alat bantu navigasi langit malam hari.
“Itu bukan termasuk sistem rasi bintang, melainkan asterism, sekelompok bintang yang bermafaat untuk diketahui,” kata Ed Bloomer.
“Segitiga imajiner ini dibentuk oleh tiga bintang terang yang dinamai oleh ahli astronomi Arab sebagai Altair, Deneb, dan Vega."
Dan jika Anda bisa mengenali ketiga bintang itu, maka Anda cukup paham untuk bisa mengenali tiga rasi bintang terkait: Aquila, Cygnus, dan Lyra.
Langit kutub selatan dan rasi bintang Salib Selatan
Jika Anda berada di wilayah bumi bagian selatan, Anda bisa coba temukan “langit kutub selatan. Ini agak sulit untuk dikenali, maka akan terasa lebih memuaskan jika berhasil,” kata Ed Bloomer.
Di bumi bagian utara, ini bisa lebih mudah ditemukan karena adanya “bintang yang bernama Polaris, yang menjadi penanda dari langit kutub utara”.
“Di selatan, Anda harus berupaya lebih keras”
Ed Bloomer memberi tahu caranya:
“Anda perlu mencari rasi bintang Crux atau Salib Selatan, dan ikuti ‘lengannya’ yang panjang terus ke selatan sekitar tiga setengah kali panjang lengan itu. Di situlah letak langit kutub selatan”.
Gerhana dan komet yang lewat
Tahun 2020 merupakan tahun terjadinya enam kali gerhana, dua kali gerhana matahari dan dua kali gerhana bulan.
Kalau Anda tinggal di Bangladesh, India, Nepal, Pakistan, Yaman, Oman atau China bagian selatan, bersiaplah untuk gerhana bulan pada tanggal 21 Juni," kata Ed Bloomer.
Dan jika Anda termasuk yang gemar pada tantangan yang sulit, ia mengusulkan untuk berburu komet.
Untuk itu dibutuhkan teropong dan pengetahuan tentang caranya.
“Anda bisa mendapat imbalan dengan melihat komet yang relatif baru ditemukan, komet Pan-STARRS yang banyak dikejar oleh para juru foto astronomi”.
Semoga beruntung, dan jika Anda berhasil mengambil foto langit malam yang Anda anggap bagus, kompetisi Royal Observatory tahun ini, terbuka bagi semua di seluruh dunia – tak peduli di manapun Anda berada.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Banjir Jakarta, Sekitar 1.600 Warga Masih Mengungsi hingga Selasa Pagi
-
Jakarta Masih Dikepung Banjir Pagi Ini, 28 RT dan 6 Ruas Jalan Tergenang Air
-
Hujan Masih Akan Guyur Seluruh Jakarta Hari Ini
-
Modus Paket Online, Polisi Gagalkan Peredaran Vape Narkotika di Jakbar
-
Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, PDIP Intens Lobi Partai Lain di Parlemen
-
Demo di Komdigi, Massa Minta Takedown Mens Rea di Netflix dan Ancam Lanjutkan Aksi ke Polda Metro
-
Nyumarno Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kunang
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Pelaksanaan SNBP Terbaru
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?