- Arif Rahman menolak keras isu peleburan Partai NasDem ke dalam Partai Gerindra yang mencuat pada Selasa, 14 April 2026.
- Ia menegaskan Partai NasDem bukan entitas bisnis sehingga tidak dapat dilebur karena memiliki tanggung jawab moral kepada jutaan pemilih.
- Arif mengkritik pemberitaan Majalah Tempo terkait isu tersebut karena dianggap kurang konfirmasi dan memuat narasi yang keliru secara logika.
Suara.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Arif Rahman menanggapi keras isu peleburan NasDem Party ke dalam Gerindra Party. Ia menilai wacana tersebut sebagai kekeliruan logika yang dipaksakan.
Arif menegaskan partainya merupakan institusi politik yang dibangun melalui perjuangan panjang, sehingga tidak mungkin dibubarkan atau dilebur begitu saja hanya karena alasan posisi politik di pemerintahan.
“Bagaimana mungkin Partai NasDem yang sudah didirikan 15 tahun lalu dan penuh pengorbanan harus dilebur hanya karena tidak menjadi bagian dari koalisi pemerintah? Ini di luar nalar,” ujar Arif kepada wartawan, dikutip Selasa (14/4/2026).
Legislator asal Dapil Banten I itu mengingatkan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional kepada jutaan rakyat Indonesia.
Ia menolak keras narasi yang menyamakan partai politik dengan entitas bisnis yang bisa melakukan merger atau akuisisi.
“Partai NasDem bukan PT Tbk. Kami punya pertanggungjawaban terhadap rakyat yang memilih kami, sebanyak 14.660.516 suara atau 9,6 persen pada Pemilu 2024,” tegas Arif.
Lebih lanjut, ia menjelaskan struktur dan basis kader NasDem sangat heterogen karena berasal dari berbagai latar belakang organisasi kemasyarakatan (ormas). Karena itu, ia menyayangkan narasi yang dimunculkan oleh Tempo melalui sampul terbarunya.
“NasDem diisi kader dari berbagai ormas, jadi tidak bisa disederhanakan seperti tuduhan dalam cover majalah Tempo yang bertajuk ‘PT NasDem Indonesia Raya Tbk’,” tambahnya.
Mengenai kedekatan antara Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Presiden terpilih sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Arif menilai hal itu murni hubungan personal yang sudah lama terjalin.
Baca Juga: Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
Menurutnya, mengaitkan persahabatan tersebut dengan penggabungan partai adalah sesat pikir.
“Kalau hubungan baik itu ditafsirkan sebagai peleburan, maka itu cacat logika,” tegasnya.
Arif juga mengkritik cara kerja jurnalistik Majalah Tempo dalam isu ini. Ia menilai pemberitaan tersebut kurang mengedepankan prinsip konfirmasi kepada pihak-pihak terkait sebelum dipublikasikan.
“Informasi yang masih sumir harus diuji kebenarannya dengan konfirmasi kepada pihak terkait, bukan langsung diinterpretasikan,” katanya.
Terakhir, Arif mempertanyakan momentum pemberitaan tersebut yang baru muncul saat ini, padahal pertemuan di Hambalang yang menjadi dasar isu disebut telah berlangsung sejak dua bulan lalu.
“Pertemuan Pak Surya Paloh dan Pak Prabowo disebut terjadi pertengahan Februari, tapi kenapa baru diterbitkan sekarang? Ada motif apa di balik semua ini?” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
-
Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa
-
RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
Terkini
-
Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz
-
Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal
-
Wajah Serius Menhan AS Saat Sjafrie Sjamsoeddin Teken Kerjasama, Apa Isinya?
-
Polling, Warga Israel Mulai Capek Sama Perang: Putus Asa Bingung, dan Marah
-
Lebanon Tegaskan Negosiasi Gencatan Senjata Sendiri dengan Israel, Tak Terkait Iran dan AS
-
Donald Trump Hanya Bikin Kegagalan Baru dengan Blokade Selat Hormuz, Ini Analisanya
-
Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump
-
Kelakuan Zionis! Militer Israel Tewaskan 3 Warga Gaza, Puluhan Ditangkap di Tepi Barat
-
Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia
-
Benjamin Netanyahu Koar-koar Sebut Israel Serang Iran Demi Cegah Holocaust Kedua