- Pramono Anung membuka peluang partai politik membeli hak penamaan halte transportasi di Jakarta demi menambah pendapatan daerah.
- Kebijakan inovatif ini bertujuan mengatasi defisit anggaran dengan tetap menjaga estetika serta fungsi utama ruang publik.
- Pemprov DKI Jakarta sedang menyusun regulasi detail guna memastikan proses komersialisasi berlangsung transparan dan menjaga ketertiban kota.
Suara.com - Pramono Anung menyatakan naming rights halte transportasi publik di Jakarta dapat melibatkan partai politik selama tidak mengganggu keindahan kota.
Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan Jakarta sebagai kota global dan modern harus terbuka terhadap berbagai inovasi.
"Saya memang berpikir bahwa Jakarta ini sebagai kota global, kota modern, harus membuka diri terhadap berbagai hal," ujarnya di kantor UP PPP Bina Marga DKI, Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, keterbukaan terhadap berbagai inovasi komersial diperlukan untuk memastikan pembangunan ibu kota tetap berjalan sesuai rencana di tengah defisit anggaran.
Kalaupun ke depan ada kerja sama dengan partai politik dalam skema naming rights, Pramono memastikan prosesnya akan berlangsung secara transparan dan terbuka bagi pihak mana pun yang sanggup membayar retribusi.
Namun, untuk menjamin ketertiban dalam implementasinya di lapangan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah menyusun regulasi yang lebih spesifik agar tidak menimbulkan kekacauan visual.
"Naming rights ini tentunya nanti akan kami buat aturan yang lebih rinci dan detail," ungkapnya.
Pramono juga menegaskan aspek fungsionalitas dan estetika ruang publik tetap menjadi hal utama yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan komersial.
"Yang paling penting adalah menjaga kenyamanan, keamanan, dan keindahan. Tentunya naming rights yang akan diberikan tidak boleh juga mengganggu keindahan kota," tegas politisi Indonesian Democratic Party of Struggle itu.
Baca Juga: Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta
Kebijakan penjualan naming rights fasilitas publik sendiri diambil Pemprov DKI Jakarta sebagai salah satu upaya mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) di tengah tekanan efisiensi anggaran.
Halte Petukangan D'Masiv untuk Transjakarta hingga Stasiun MRT Cipete Raya Tuku milik MRT Jakarta menjadi contoh kolaborasi Pemprov DKI dengan pihak swasta dalam penamaan fasilitas publik.
Diharapkan, ruang-ruang publik di Jakarta nantinya dapat menjadi sumber pendapatan baru yang signifikan bagi kas daerah tanpa mengabaikan nilai etika dan keindahan tata kota.
Berita Terkait
-
Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
-
Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek
-
Viral Dulu Baru Ditangani? Pramono Anung Akui Keluhan Warganet Bikin Kinerja Pemprov Ngebut
-
Jakarta Tempati Peringkat 17 Dunia dalam Transportasi Umum Terbaik
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
Terkini
-
Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis
-
Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk
-
Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz
-
Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal
-
Wajah Serius Menhan AS Saat Sjafrie Sjamsoeddin Teken Kerjasama, Apa Isinya?
-
Polling, Warga Israel Mulai Capek Sama Perang: Putus Asa Bingung, dan Marah
-
Lebanon Tegaskan Negosiasi Gencatan Senjata Sendiri dengan Israel, Tak Terkait Iran dan AS
-
Donald Trump Hanya Bikin Kegagalan Baru dengan Blokade Selat Hormuz, Ini Analisanya
-
Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump
-
Kelakuan Zionis! Militer Israel Tewaskan 3 Warga Gaza, Puluhan Ditangkap di Tepi Barat