- Anggota Komite Kehakiman DPR AS, Jamie Raskin, menuntut dokter kepresidenan segera melakukan evaluasi kesehatan mental terhadap Donald Trump.
- Tuntutan ini muncul pada 14 April 2026 akibat retorika kontroversial Trump terkait ketegangan diplomatik dengan negara Iran.
- Langkah tersebut merupakan strategi Partai Demokrat untuk mengaktifkan Amandemen ke-25 guna mencopot Trump dari jabatannya.
Suara.com - Komite Kehakiman DPR AS, atau House Judiciary Comitte, menuntut agar dokter kepresidenan memeriksa kesehatan mental Donald Trump.
Jamie Raskin, anggota senior dari Partai Demokrat di Komite Kehakiman DPR AS, secara resmi meminta Trump menjalani evaluasi neuropsikologis atau tes kognitif menyeluruh.
Dikutip dari Axios, Selasa (14/4/2026), desakan ini muncul sebagai reaksi langsung atas pernyataan kontroversial Trump baru-baru ini mengenai ketegangan dengan Iran.
Langkah Raskin ini bukan sekadar permintaan medis biasa. Ini dipandang sebagai bagian dari strategi yang lebih besar Partai Demokrat, untuk membangun dasar hukum guna mengaktifkan Amandemen ke-25 Konstitusi AS.
Amandemen ini memungkinkan pencopotan seorang presiden yang dianggap "tidak mampu menjalankan kekuasaan dan tugas jabatannya."
Retorika Iran yang Memicu Kekhawatiran
Pemicu utama dari tuntutan Raskin adalah, serangkaian pernyataan Trump yang dianggap melampaui batas kewajaran diplomatik.
Dalam sepucuk surat yang ditujukan kepada dokter Gedung Putih Sean Barbabella, Raskin menyoroti tuntutan Trump untuk "buka selat itu sialan", serta ancamannya untuk memusnahkan "seluruh peradaban" Iran.
Menurut Raskin, gaya bahasa dan ancaman yang dikeluarkan oleh Trump tersebut **"di luar lingkup politik yang normal".
Baca Juga: Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz
Ia berargumen, perilaku presiden saat ini menunjukkan penurunan kondisi mental yang signifikan dan memerlukan perhatian medis segera.
Raskin menuliskan dalam suratnya, "kita tidak bisa menyangkal dia tengah memasuki kondisi medis yang mengkhawatirkan," mengisyaratkan bahwa situasi ini telah mencapai titik krisis.
Desakan Transparansi Medis
Raskin tidak hanya meminta skrining kognitif formal, tetapi juga menuntut laporan mendalam mengenai kesehatan fisik dan mental Trump secara total.
Hal ini mencakup permintaan informasi mengenai daftar "semua obat yang saat ini ia konsumsi dan efek samping terhadap pikirannya."
Lebih jauh lagi, politisi asal Maryland tersebut meminta agar Barbabella bersedia memberikan keterangan secara langsung.
Berita Terkait
-
Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz
-
Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal
-
Polling, Warga Israel Mulai Capek Sama Perang: Putus Asa Bingung, dan Marah
-
Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump
-
Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru