Suara.com - Sebanyak 1,1 juta unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di China mendapatkan penundaan pembayaran kredit plus bunga dengan total nilai 1 triliun yuan sebagai upaya pemulihan ekonomi yang guncang akibat wabah virus corona COVID-19.
Pemerintah China juga mengalokasikan 2,85 triliun yuan untuk program pinjaman berbunga rendah bagi UMKM dan usaha rumah tangga melalui skema pinjaman ulang dan pemotongan, demikian dinyatakan Perdana Menteri Li Keqiang dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Jumat (8/5/2020).
Bank-bank besar milik negara didorong memberikan pinjaman inklusif kepada UMKM dengan meningkatkan kuota kredit.
UMKM dan usaha rumah tangga juga akan mendapatkan keringanan pajak pertambahan nilai (PPn) sebagaimana hasil rapat Dewan Eksekutif Pemerintah China yang dipimpin PM Li di Beijing.
Pemerintah China mengambil kebijakan memperpanjang masa pemulihan sektor transportasi, perhotelan, dan pariwisata yang terkena dampak terparah COVID-19 dari lima tahun menjadi delapan tahun.
Sedikitnya 84 juta karyawan juga merasakan manfaat dari kebijakan penurunan kewajiban pembayaran jaminan hari tua dan keselamatan kerja serta pengembalian premi asuransi, yang totalnya senilai 600 miliar yuan, pada paruh pertama tahun ini.
Pemerintah setempat juga menggratiskan biaya akses jalan tol senilai 140 miliar yuan dan memotong tarif listrik untuk perusahaan senilai 67 miliar yuan pada semester pertama tahun ini.
Kebijakan tersebut, menurut PM Li, telah menunjukkan hasilnya karena kegiatan produksi sesuai kapasitas semula, kesulitan yang dihadapi para pebisnis teratasi, dan para pekerja bisa hidup normal.
Berita Terkait
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Tak Sekadar Kuliah, Program Ini Bantu UMKM Desa Naik Kelas hingga Diakui Dunia
-
Donald Trump Peringatkan China soal Pasokan Senjata ke Iran
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!