Suara.com - Rs (16) ditemukan tewas bersimbah darah dengan dua luka menganga akibat digorok di leher, luka sobetan di kepala, dan luka bacok di lengan kanan. Ayah, ibu dan empat anak serta dua menantu menjadi terduga pembunuhan sadis tersebut.
Peristiwa ini terjadi di Kampung Katabung Desa Pattaneteang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, pada hari Sabtu (9/5/2020) sekira pukul 11.00 WITA.
Laporan Terkini.id -- jaringan Suara.com, Minggu (10/5/2020), peristiwa ini peristiwa ini masih diselidiki kepolisian, lantaran belum diketahui motif dan pelaku yang mengeksekusi korban.
Sejauh ini, polisi telah mengamankan satu keluarga terduga pembunuhan tersebut, antara lain kepala keluarga Darwis (50), Ibu Kandung korban (An), Ra, Dh, Si dan AO yang merupakan saudara korban, serta AD dan RI yang merupakan saudara ipar korban.
Bukan cuma itu, satu keluarga tersebut diketahui menyandera tiga orang tetangganya, yakni Irfan bin Reni (18), Saenal bin Hatim (35) yang ditemukan mengalami luka sobek di kepala akibat parang, serta Usman (34) yang juga mengalami luka gores bagian telinga akibat senjata tajam (Sajam).
Kronologis terungkapnya pembunuhan
Peristiwa tersebut terkuak saat salah seorang korban penyanderaan, yakni Saenal dihadang oleh salah seorang anggora keluarga terduga pembunuhan sadis, yakni Ra, pada Sabtu 9 Mei 2020 sekira pukul 11.00 WITA.
Saenal sempat dibacok dengan parang hingga menderita luka sobek di bagian kepala.
Sekitar pukul 11.30 Wita, aparat Polsek Tompobulu yang mendengar informasi tersebut tiba di TKP untuk mengamankan TKP sekaligus melaksanakan negosiasi terhadap satu keluarga terduga pembunuh yang menyandera tiga orang tersebut.
Baca Juga: Pembunuhan Peneliti Covid-19, Muncul Teori Konspirasi hingga Cinta Segitiga
Namun, negosiasi tersebut sangat alot. Mereka bertahan di atas rumah sambil berbicara keluar masuk dalam rumah.
Peristiwa tersebut membuat Kapolres Bantaeng serta Dandim 1410 Bantaeng ikut datang ke lokasi sekaligus memimpin negosiasi. Namun dalam negosiasi tidak dihiraukan sehingga Kapolres Bantaeng memerintahkan untuk menangkap secara paksa.
Beberapa waktu kemudian, semua keluarga berhasil ditangkap oleh personil Polsek Tompobulu dan dibawa ke Polres Bantaeng untuk ditahan.
Saat aparat menggeledah rumah terduga pelaku, ditemukan mayat seorang perempuan yang diidentifikasi sebagai putri kandung, yakni (Rs) di dalam kamar.
Informasi warga sekitar, pembunuhan terjadi akibat kesurupan
Polisi belum mengetahui motif pembunuhan tersebut. Namun menurut informasi warga sekitar, pembunuhan terjadi akibat kesurupan. Pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Berita Terkait
-
Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Kasus Menantu Jadi Pelaku Kekerasan: Apa yang Sebenarnya Salah dalam Relasi Keluarga?
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK