Suara.com - Mantan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai kasus yang saat ini menimpa mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu adalah ujian demokrasi bagi negara Indonesia.
Ia menilai jika kasus tersebut adalah babak baru yang menentukan apakah demokrasi di Indonesia akan semakin maju atau semakin hancur.
"Kasus bang @msaid_didu ini adalah sebuah babak baru dalam perjalanan demokrasi kita. Apakah demokrasi makin maju atau makin hancur," tulis Fadli Zon via akun Twitter-nya @fadlizon.
Menurutnya, kasus yang menimpa rekannya itu bisa menjadi penilaian apakah hukum akan berpihak pada demokrasi atau kepada penguasa.
"Apakah hukum mengabdi pada penguasa atau mampu mendudukkan kembali konstitusi. Inilah ujian demokrasi kita," ujarnya.
Sontak, cuitan Fadli Zon itu mengundang beragam reaksi dari warganet. Sebagian besar warganet yang berkomentar di kolom reply-nya menilai bahwa sudah seharusnya Said Didu menjalani pemeriksaan sesuai hukum yang berlaku.
"Justru demokrasi menempatkan hukum di atas segalanya, orang bebas menuntut jika dirasa menyinggung harkat dan martabatnya, kebebasan itu bukan tidak terbatas, hadapi saja jangan memakai narasi seolah-olah didzolimi," kata @Usep_Ismayana.
"Perkembangan demokrasi negara kita tidak dtentukan oleh perkembangan kasus si
@msaid_didu, makanya mulut dijaga, hati djaga, pikiran dijaga. Mulutmu harimaumu," ujar @candujiwa1.
Said Didu akan diperiksa hari ini, Senin (11/5/2020) terkait dugaan pencemaran nama baik yang ia lakukan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Baca Juga: Kocak! Bertemu Bupati Klaten, Mbah Minto Bawa HT dan Keluarkan Meteran
Berita Terkait
-
Dua Kali Mangkir, Said Didu Dianggap Tak Menghormati Proses Hukum
-
Mangkir Lagi Dipanggil Bareskrim Polri, Said Didu Minta Diperiksa di Rumah
-
Hari Ini Said Didu Diperiksa Polisi Terkait Laporan Menko Luhut
-
Said Didu Hari ini Diperiksa, Fadli Zon: Ini Ujian Demokrasi Kita
-
Soal Eksploitasi ABK WNI di Kapal China, Fadli Zon: Negara Tidak Hadir
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya
-
Acer Day 2026 Bawa Swift Air 14 AI, Laptop AI Tipis dengan Performa Intel Core Ultra
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
7 Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof agar Tidak Menyumbat Pori
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Skenario Lolos Timnas Indonesia: Tak Ada Pilihan Selain Menang atas Singapura