Suara.com - Ketua Watimpres Wiranto menyanyikan lagu berjudul "Ga Mudik Ga Papa" untuk mengajak masyarakat agar tidak mudik demi mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
Video klip lagu tersebut diunggah ke akun Twitter pribadi milik Wiranto, @wiranto1947, pada Selasa (12/5/2020).
Cuplikan video klip lagu karya Harry Yamba itu viral di media sosial. Lagu ini diproduseri oleh Leles Sudarmanto serta Nyo Kristianto.
Wiranto terlihat menyanyikan sendiri lagu tersebut. Ia tampak memakai baju koko warna putih dan celana hitam dalam video klip lagu tersebut.
"Yuk gak usah mudik tinggal di rumah lebih baik. Yuk gak usah pulang saudara tak akan hilang. Rindu bisa disimpan kalau sakit siapa yang senang. Tunggu saja wabahnya menghilang," kata Wiranto melantunkan lagu tersebut.
Lirik lagu tersebut juga mengajak orang-orang untuk tidak lupa memakai masker dan hindari berjabat tangan.
"Masih bisa WA an dan bisa telpon-teponan. Obat kangen menjaga jarak yang aman," seperti itu penggalan lirik lagu berjudul Ga Mudik Ga Papa.
Selain memperlihatkan adegan saat Wiranto bernyanyi. Tampak di video itu petugas menghalau orang-orang yang nekat mudik.
Lagu ini juga mengingatkan aturan yang berlaku jika warga nekat mudik, yaitu harus dikarantina.
Baca Juga: Pemilik Kebun Memergoki Pencuri Singkong, 'Ini Milik Allah, Silakan Ambil'
"Harus tahu aturannya. Mudik pasti dikarantina. Kalau nekat bisa panjang urusannya," dendang Wiranto.
Wiranto sebelumnya juga pernah menyanyikan lagu berjudul "Ra Mudik Rapopo".
Lagu itu dinyanyikannya bersama-sama sejumlah tokoh. Salah satunya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Video musik lagu 'Ra Mudik Rapopo' tersebut diunggah dalam akun YouTube Puspen TNI dengan judul 'Ora Mudik Ora Popo' pada Kamis (7/5/2020).
Warganet yang mendengar lagu "Ga Mudik Ga Papa" yang dinyanyikan Wiranto ini memberikan berbagai komentar.
Setelah mendengar lagu ini, salah satu warganet mengaku langsung mengurungkan niat untuk mudik.
Berita Terkait
-
Pemilik Kebun Memergoki Pencuri Singkong, 'Ini Milik Allah, Silakan Ambil'
-
Sukses Bikin Iba, Warganet Buru Penjual Kue Kering yang Diduga Penipu Ini
-
Viral Pass The Key Challenge, Isinya Bikin Pemobil Jelata Minder
-
Saking Girangnya Sembuh dari Covid-19, Pasien Goyang TikTok
-
Mall Tutup Dua Bulan, Viral Potret Barang Bermerek Rusak akibat Jamur
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara